Konten dari Pengguna

Pengelolaan dan Manfaat Lahan Basah di Kalimantan

Suriani Harefa

Suriani Harefa

Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Program Studi Geografi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suriani Harefa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimantan merupakan daerah yang memiliki wilayah lahan basah yang secara umum tanah alluvial dan gambut. Lahan basah di Kalimantan ini merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem. Lahan basah di Kalimantan umumnya tanahnya jenuh dengan air, baik yang bersifat permanen maupun yang bersifat musiman.

Lahan basah adalah lahan yang subur yang perlu dipertimbangkan untuk media tanam tanaman pertanian atau tanaman perkebunan. Tingkat kesuburan tanah merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman.

Adapun Karakteristik Lahan basah antara lain

  1. Dipengaruhi oleh pasang surut khusus wilayah yang dekat dengan pantai

  2. Dipengaruhi oleh musim

  3. wilayah yang memiliki elevasi rendah

Kategori lahan disebut lahan basah yang ditentukan oleh bermacam-macam ciri. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Kawasan Payau

  2. Kawasan rawa

  3. Kawasan gambut

  4. Lahan buatan

  5. Kawasan riparian

  6. Lahan organik

Adanya lahan basah cukup menarik perhatian, karena jenis lahan ini cocok digunakan untuk berbagai macam area, baik untuk area sawah, perkebunan, tambak, dan lain sebagainya. Namun, seringkali banyak pemahaman yang kurang mengenai lahan basah termasuk bagaimana cara memperoleh serta mengelolanya. Lahan basah berfungsi sebagai sumber dan pemurnian air, pelindung pantai serta menyimpan karbon.

Lahan basah dibedakan menjadi dua yaitu lahan basah alami dan lahan basah buatan.

1. Lahan basah alami

Lahan basah alami meliputi hutan gambut, rawa-rawa air tawar, hutan bakau (mangrove), paya-paya, dan riparian (tepian sungai).

2. Lahan basah buatan

Lahan basah buatan adalah sistem yang melibatkan tanaman, tanah, mikroba sebagai pengolahan limbah cair contohnya seperti waduk, sawah, saluran irigasi, dan kolam.

Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa ada banyak masyarakat yang mengelola lahan basah, dan ada pula yang memanfaatkan lahan basah untuk perkebunan, perikanan, pertanian, dan lain-lain. Berikut adalah pengelolaan dan manfaat lahan basah untuk masyarakat di Kalimantan.

A. Pemanfaatan lahan basah sebagai pertanian

Lahan pertanian merupakan lahan yang cocok dijadikan sebagai lahan usaha tani untuk melakukan kegiatan bercocok tanam yang menghasilkan bahan pangan. Anjir Serapat Baru paling terkenal dengan panjang 28 km yang menghubungkan Sungai Barito dan Sungai Kapuas di Kalimantan Tengah.

Warga di Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan Tengah memanfaatkan lahan basah sebagai tempat kebun tomat.
Warga Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan tengah memanfaatkan lahan basah sebagai tempat penanaman jeruk.
Warga masyarakat di Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan Tengah memanfaatkan lahan basah untuk menanam tanaman cabe

B. Pemanfaatan Lahan Basah Danau

Penduduk Indonesia pada umumnya sangat bergantung pada sungai atau danau. Dalam kehidupan sehari-hari danau dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum, mandi, mencuci, tempat penampungan air, sumber irigasi bagi pertanian, rekreasi, hingga sumber mata pencaharian.

Danau pada gambar di atas terletak di Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan Tengah yang berada di D’Silva Café & Resto Anjir. Warga di kawasan wilayah ini memanfaatkan lahan basah sebagai tempat untuk membudidayakan ikan dan rekreasi.

C. Pemanfaatan lahan basah ditanami pohon galam

Tumbuhan galam adalah tumbuhan yang tumbuh di rawa pada hutan gambut subur. pemanfaatan galam oleh masyarakat Kecamatan Kapuas masih mengandalkan ketersediaannya di hutan alam. Kayu galam ternyata masih menjadi salah satu komoditi yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan ekonomi.

Pohon galam pada gambar adalah jenis pohon yang tumbuh di kawasan Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Kalimantan Tengah, lebih tepatnya di kawasan wisata Danau Anjir di lahan rawa yang dimanfaatkan sebagai sumber kayu bakar, bahan bangunan rumah, dan juga tiang pancang atau patok untuk bangunan gedung.

D. Pemanfaatan Lahan Basah sebagai Pembangunan Rumah

Pembangunan rumah di lahan gambut basah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang sulit dilakukan oleh masyarakat. Namun, masyarakat di Kalimantan memutuskan untuk membangun rumah di lahan basah yang sudah lama ditinggalkan.

Warga di Kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara, kalimantan Selatan memanfaatkan lahan basah sebagai tempat pembangunan rumah untuk ditinggali.

Kesimpulan

Kesimpulan dari tulisan ini adalah selain untuk tempat wisata dan lahan pertanian, masyarakat juga memanfaatkan kayu yang tumbuh di lahan basah sebagai bahan bangunan. Kita juga harus lebih tahu seperti apa lahan basah itu dan bagaimana cara memanfaatkan, cara mengelola dan lain sebagainya. Dan ingat, kita juga harus selalu melestarikan dan melindunginya untuk dilihat oleh generasi mendatang.

Ucapan kerima Kasih

Terima kasih saya ucapkan kepada dosen pengampun mata kuliah Pengantar Lingkungan Lahan Basah ibu Dr. Rosalina Kumalawati S.Si., M.Si., karena telah memberikan waktu dan kesempatan kepada saya untuk bisa menulis penelitian ini dan terimaksih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah ikut dalam penelitian ini dengan melakukan survei ke tempat yang dituju.