Konten dari Pengguna

Implementasi Konsep Creating Shared Value untuk Membangun Green Business

Suripto

Suripto

Ketua Program Studi Akuntansi, Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suripto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Gambar: shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Gambar: shutterstock.com

Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, dunia bisnis dituntut untuk tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat dan alam. Salah satu pendekatan yang relevan adalah konsep Creating Shared Value (CSV), yang digagas oleh Michael Porter dan Mark Kramer. CSV menekankan bahwa perusahaan dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus sosial dengan menyelesaikan masalah lingkungan melalui model bisnis yang berkelanjutan.

CSV dan Peluang Green Business

Green business atau bisnis ramah lingkungan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Implementasi CSV dalam Green Business berarti perusahaan tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menjadikan isu ekologis sebagai inti strategi bisnis. Misalnya, dengan mengembangkan produk daur ulang, energi terbarukan, atau sistem produksi rendah emisi, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan sekaligus mengurangi polusi.

Contoh nyata adalah Unilever melalui program Sustainable Living Plan. Perusahaan ini berkomitmen mengurangi jejak karbon dengan menghemat air dan energi dalam proses produksi, sekaligus meluncurkan produk-produk ramah lingkungan seperti sabun dengan kemasan biodegradable. Langkah ini tidak hanya meningkatkan citra merek, tetapi juga membuka pasar baru di kalangan konsumen yang peduli lingkungan.

Manfaat CSV bagi Bisnis dan Masyarakat

1. Meningkatkan Daya Saing

Perusahaan yang mengadopsi CSV dalam Green Business akan lebih unggul dalam persaingan pasar, terutama di era di mana konsumen semakin sadar lingkungan.

2. Mengurangi Biaya Operasional

Efisiensi energi dan penggunaan bahan baku berkelanjutan dapat menekan biaya produksi dalam jangka panjang.

3. Memperkuat Hubungan dengan Stakeholder

Kolaborasi dengan pemerintah, LSM, dan komunitas lokal dalam proyek lingkungan dapat membangun kepercayaan dan legitimasi sosial.

Tantangan dan Langkah ke Depan

Meski menjanjikan, implementasi CSV dalam Green business tidak tanpa hambatan. Beberapa perusahaan masih menganggap praktik berkelanjutan sebagai beban biaya tambahan. Padahal, dengan inovasi dan pendekatan jangka panjang, investasi hijau justru bisa menjadi sumber pertumbuhan baru.

Pemerintah juga perlu mendorong regulasi yang mendukung bisnis berkelanjutan, seperti insentif pajak untuk perusahaan yang mengurangi emisi atau menggunakan energi terbarukan. Di sisi lain, konsumen juga berperan dengan lebih memilih produk yang ramah lingkungan.

Kesimpulan

Konsep Creating Shared Value menawarkan jalan tengah antara kepentingan bisnis dan pelestarian alam. Dengan mengintegrasikan nilai sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis, perusahaan tidak hanya bertahan di pasar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi krisis ekologis. Green business bukan lagi opsi melainkan keharusan bagi masa depan yang berkelanjutan.

Penulis: Dr. H. Suripto, M.Ak

Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang, Sekretaris DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia, Propinsi

Banten