Konten dari Pengguna

Masihkah Kuliner Nusantara Menjadi Pilihan Generasi Muda?

Surya Atmaja

Surya Atmaja

Mahasiswa sistem informasi universitas pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Surya Atmaja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masihkah Kuliner Nusantara Menjadi Pilihan Generasi Muda?. Pada saat kita membuka sosial media instagram dan tiktok rasanya hampir tidak pernah lepas dari konten makanan yang sedang viral. Hari ini orang-orang berburu Dubai Chewy Cookies, besok berganti mencoba ramen atau tteokbokki. Dan tidak butuh waktu lama makanan tersebut pada akhirnya bermunculan di caffe, restaurant, toko kue dan tempat lainnya. Di tengah derasnya arus tren tersebut, masihkah kuliner Nusantara mampu mempertahankan daya tariknya di kalangan generasi muda?

Makanan korea | source : https://id.pngtree.com
zoom-in-whitePerbesar
Makanan korea | source : https://id.pngtree.com

Popularitas Kuliner asing bukanlah fenomena yang muncul begitu saja. Melainkan dari pengaruh budaya film populer seperti K-drama, anime, serta keberadaan media sosial yang membuat tren kuliner menyebar begitu cepat. Makanan yang sebelumnya hanya dikenal di negara asalnya sekarang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kota di Indonesia dan menjadi pilihan banyak anak muda untuk dicoba.

Namun, dengan tren kuliner asing bukan berarti kuliner Indonesia kehilangan kualitas dan cita rasanya. Permasalahan yang muncul justru terletak pada cara kuliner Nusantara diperkenalkan pada generasi muda. Banyak kuliner tradisional yang masih kurang mendapat perhatian terutama pada generasi muda, mulai dari hal promosi maupun pemanfaatan media sosial. Akibatnya, kuliner tradisional sering kali kurang menarik perhatian generasi muda dibandingkan makanan yang sedang menjadi tren di media sosial.

Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam. mulai dari rendang dari Sumatera Barat, gudeg dari Yogyakarta, pempek dari Palembang, hingga papeda dari Papua. Setiap hidangan tersebut tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menggambarkan sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang melahirkannya. Sayangnya, banyak makanan daerah yang masih belum dikenal luas oleh generasi muda karena kurang mendapatkan ruang dalam tren digital seperti halnya makanan yang sedang viral.

Kuliner indonesia | source : https://www.astronauts.id

Kuliner Nusantara bukan sekadar makanan untuk mengenyangkan perut, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya Indonesia. Di balik setiap hidangan terdapat nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, keberadaan kuliner tradisional juga berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan kuliner Nusantara berarti turut menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Upaya melestarikan kuliner Nusantara tidak berarti menolak hadirnya kuliner asing, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berinovasi. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, sementara para kreator konten dapat lebih sering mengangkat cerita di balik makanan khas daerah. Selain itu, inovasi dalam penyajian dan pengemasan juga perlu dilakukan agar kuliner tradisional tetap menarik bagi generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa dan nilai budayanya.

Pada akhirnya, popularitas kuliner Korea, Jepang, maupun makanan viral lainnya bukanlah ancaman bagi kuliner Nusantara. Fenomena tersebut justru menjadi pengingat bahwa kuliner Indonesia juga perlu terus beradaptasi dan berkembang agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Menyukai makanan dari berbagai negara bukan berarti harus melupakan kekayaan cita rasa Indonesia. Sebaliknya, sebagai generasi muda, kita memiliki peran untuk mengenal, menikmati, dan memperkenalkan kuliner Nusantara agar tetap menjadi kebanggaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.