Konten dari Pengguna

Mengapa Harga Bisa Naik? Ini Penjelasan Ekonomi Mikro

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Surya Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Surya Lestari

Pernahkah kita bertanya mengapa harga suatu barang bisa naik dan turun? Pertanyaan tersebut sebenarnya dapat dijelaskan melalui ekonomi mikro.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, kita sering berhadapan dengan berbagai persoalan yang menjadi pembahasan dalam teori ekonomi mikro.

Ekonomi mikro bukan hanya tentang angka, grafik, atau rumus yang dipelajari di ruang kelas. Lebih dari itu, ekonomi mikro membantu kita memahami bagaimana seseorang, rumah tangga, dan perusahaan mengambil keputusan ketika sumber daya yang tersedia terbatas.

Analisis data ekonomi mikro dan kondisi pasar. Photo by Tima Miroshnichenko on pixels

Memahami Ekonomi Mikro dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika seseorang memiliki uang Rp50.000 dan harus memilih antara membeli makanan, membeli pulsa, atau menyimpan uang tersebut, sebenarnya ia sedang menghadapi persoalan ekonomi.

Keinginan manusia hampir selalu lebih banyak dibandingkan sumber daya yang dimiliki. Karena itu, seseorang harus menentukan pilihan dan menetapkan prioritas.

Dalam ekonomi mikro, keputusan seperti ini berkaitan dengan bagaimana konsumen menggunakan pendapatannya untuk memperoleh manfaat atau kepuasan sebesar mungkin.

Misalnya, seorang mahasiswa memiliki uang saku terbatas. Ia mungkin ingin membeli makanan favorit, nongkrong bersama teman, membeli buku, sekaligus menabung. Namun, uang yang dimiliki tidak cukup untuk memenuhi semuanya.

Pada akhirnya, ia harus memilih.

Di sinilah konsep ekonomi mulai terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Ketika Harga Naik, Pembelian Bisa Berkurang?

Salah satu konsep dasar dalam ekonomi mikro adalah permintaan.

Secara sederhana, permintaan menggambarkan keinginan dan kemampuan konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa pada tingkat harga tertentu.

Contohnya dapat kita lihat ketika harga makanan favorit naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000. Sebagian konsumen mungkin tetap membeli karena memang menyukainya. Namun, sebagian lainnya bisa memilih mengurangi pembelian atau mencari alternatif yang lebih murah.

Hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta inilah yang kemudian dikenal melalui hukum permintaan.

Pada kondisi tertentu, ketika harga suatu barang meningkat, jumlah barang yang diminta cenderung menurun. Sebaliknya, ketika harga turun, jumlah yang diminta cenderung meningkat.

Namun, perilaku konsumen tidak selalu sesederhana itu. Ada barang tertentu yang tetap dibeli meskipun harganya naik karena dianggap penting atau sulit digantikan.

Dari Sisi Penjual, Harga Juga Menentukan Keputusan

Kalau konsumen memiliki permintaan, produsen atau penjual memiliki penawaran.

Seorang penjual tidak hanya memikirkan berapa banyak barang yang ingin dijual. Ia juga harus memperhitungkan biaya bahan baku, tenaga kerja, listrik, transportasi, sewa tempat, dan berbagai biaya lainnya.

Misalnya, seorang penjual makanan mengalami kenaikan harga bahan baku. Jika harga bahan baku terus meningkat, biaya produksinya ikut naik.

Penjual kemudian menghadapi beberapa pilihan, yaitu menaikkan harga, mengurangi ukuran produk, mencari bahan baku alternatif, atau menerima keuntungan yang lebih kecil.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari persoalan yang dipelajari dalam ekonomi mikro.

Ketika Permintaan dan Penawaran Bertemu

Harga di pasar pada dasarnya terbentuk melalui interaksi antara permintaan dan penawaran.

Bayangkan sebuah produk sedang sangat populer. Banyak orang ingin membelinya, tetapi jumlah barang yang tersedia terbatas. Kondisi tersebut dapat membuat harga meningkat.

Sebaliknya, ketika barang yang tersedia sangat banyak sementara pembelinya sedikit, penjual dapat menurunkan harga agar produknya tetap diminati.

Titik ketika jumlah barang yang ingin dibeli konsumen sesuai dengan jumlah barang yang ingin dijual produsen sering disebut sebagai keseimbangan pasar.

Konsep ini menjadi salah satu bagian penting dalam teori ekonomi mikro karena membantu menjelaskan bagaimana harga dan jumlah barang terbentuk di pasar.

Mengapa Kita Tidak Bisa Membeli Semua yang Kita Inginkan?

Salah satu hal menarik dari ekonomi mikro adalah konsep kelangkaan.

Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas. Karena adanya keterbatasan tersebut, manusia harus membuat pilihan.

Misalnya, seorang mahasiswa mendapatkan uang tambahan Rp500.000. Ia dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli kebutuhan kuliah, membeli pakaian, menabung, atau menggunakannya untuk hiburan.

Ketika memilih salah satu alternatif, terdapat kesempatan lain yang harus dikorbankan.

Inilah yang kemudian berkaitan dengan konsep biaya peluang atau opportunity cost.

Sederhananya, biaya peluang adalah nilai dari alternatif terbaik yang harus kita korbankan ketika mengambil sebuah keputusan.

Ekonomi Mikro Mengajarkan Kita untuk Berpikir Sebelum Memilih

Mempelajari teori ekonomi mikro sebenarnya tidak hanya berguna untuk mendapatkan nilai dalam mata kuliah.

Konsep-konsep di dalamnya dapat membantu seseorang berpikir lebih rasional ketika mengambil keputusan.

Ketika ingin membeli suatu barang, misalnya, kita dapat mempertimbangkan harga, manfaat, kebutuhan, dan alternatif lainnya. Ketika menjalankan usaha, kita juga perlu memperhatikan biaya produksi, harga jual, jumlah konsumen, hingga kondisi persaingan.

Dengan kata lain, ekonomi mikro mengajarkan bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.

Tidak ada sumber daya yang benar-benar tidak terbatas. Uang, waktu, tenaga, bahan baku, dan sumber daya lainnya semuanya memiliki keterbatasan.

Dari Ruang Kelas ke Kehidupan Nyata

Bagi mahasiswa yang mempelajari teori ekonomi mikro, berbagai istilah seperti permintaan, penawaran, elastisitas, biaya produksi, perilaku konsumen, dan struktur pasar mungkin awalnya terasa cukup rumit.

Namun, ketika konsep tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, semuanya menjadi lebih mudah dipahami.

Kita bisa melihat ekonomi mikro ketika membeli makanan, memilih transportasi, berbelanja di marketplace, menentukan harga sebuah produk, atau menjalankan usaha kecil.

Artinya, teori ekonomi mikro sebenarnya bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan kita.

Justru, teori tersebut membantu menjelaskan berbagai keputusan ekonomi yang kita lakukan hampir setiap hari.

Belajar Ekonomi Bukan Sekadar Menghafal Rumus

Pada akhirnya, mempelajari teori ekonomi mikro bukan hanya tentang menghafal definisi dan menggambar kurva permintaan serta penawaran.

Hal yang lebih penting adalah memahami mengapa seseorang mengambil keputusan tertentu dan bagaimana keputusan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, harga, manfaat, serta kondisi pasar.

Dari secangkir kopi yang kita beli sampai keputusan sebuah perusahaan menentukan harga produknya, semuanya memiliki alasan ekonomi.

Mungkin selama ini kita merasa sedang menjalani kehidupan sehari-hari.

Padahal, tanpa kita sadari, kita sedang mempraktikkan ekonomi mikro setiap hari.