Stop Bullying dan Pencegahannya dalam Al-Qur'an

Saya merupakan mahasiswa program studi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta. Selain berkuliah saat ini saya aktif menjadi Announcer dan Jurnalis di Radio Dakwah Komunikasi (RDK FM) serta media online Teropongpost.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari suryamahmuda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini jagat media sosial tengah diramaikan dengan dugaan kasus bullying atau perundungan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) ternama di Kota Tangerang Selatan. Kasus yang diduga melibatkan anak presenter kawakan Vincent Rompies tersebut, dilakukan di warung belakang sekolah sehingga menyebabkan korban harus dilarikan ke rumah sakit.
Lantas mengapa aksi bullying bisa terjadi dan bagaimana pencegahannya dalam islam? Berikut penjelasannya!
Melansir dari laman Halodoc, bullying atau perundungan merupakan tindakan mengganggu, mengusik, atau menyakiti orang lain secara fisik atau psikis. Tindakan ini terjadi bisa dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik yang dilakukan secara berulang dari waktu ke waktu.
Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang dapat menjadi korban maupun pelaku bullying diantaranya yaitu;
Penyebab Korban Bullying
Korban memiliki kekurangan dalam aspek fisik maupun psikologis sehingga merasa dikucilkan.
Kurang pandai dalam berkomunikasi.
Kurang mampu untuk membela diri.
Memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Memiliki sedikit teman.
Penyebab Pelaku Bullying
Memiliki kontrol diri yang rendah dan tidak memiliki perasaan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Melakukan bullying sebagai bentuk balas dendam.
Selalu ingin mengontrol dan mendominasi.
Sulit menghargai orang lain.
Tinggal di keluarga yang sering bertengkar dan melakukan kekerasan.
Pencegahan Bullying dalam Islam
Dalam Islam sendiri, tindakan perundungan atau bullying sangat dilarang karena dapat merugikan orang lain. Salah satu ayat yang melarang bullying terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat [49]: 11 yang artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Ayat di atas menjelaskan tentang larangan mengolok-olok, menghina, mengejek dan merendahkan terutama di kalangan orang beriman. Dalam larangan ini tampak bahwa orang-orang yang suka mencari kesalahan dan kekhilafan orang lain, niscaya lupa akan kesalahan yang ada pada dirinya sendiri.
Islam juga mengajarkan agar seorang mukmin terhindar dari perilaku bullying diantaranya melalui berbagai cara yaitu;
Bertaqwa kepada Allah.
Tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Memanggil seseorang dengan panggilan yang baik.
Perbanyak istighfar dan memperlakukan sesama dengan kelembutan.
Jauhi lingkungan yang negatif dan perbanyak interaksi dengan orang-orang shalih.
