Konten dari Pengguna

Peran Public Speaking dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa di Era Modern

suryanisa septi aricahyani

suryanisa septi aricahyani

manajemen 2023

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari suryanisa septi aricahyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era modern seperti sekarang, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide dan pendapat dengan baik. Salah satu keterampilan yang penting untuk dimiliki adalah public speaking. Menurut saya, kemampuan ini bukan sekadar berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menyampaikan pesan dengan jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan umum. Rasa gugup, takut salah, atau khawatir dinilai oleh orang lain sering menjadi hambatan yang membuat mereka memilih diam meskipun sebenarnya memiliki pendapat yang bagus.

Padahal, kemampuan berbicara di depan umum bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan diri. Ketika mahasiswa terbiasa menyampaikan pendapat, mereka akan belajar menghadapi berbagai situasi komunikasi dan menjadi lebih berani mengungkapkan pemikirannya. Menurut saya, kepercayaan diri tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui pengalaman dan kebiasaan. Seseorang yang awalnya merasa gugup saat presentasi bisa menjadi lebih tenang jika terus mencoba dan tidak mudah menyerah ketika melakukan kesalahan.

Hal ini sejalan dengan penelitian Setiadi (2025) yang membahas hubungan kecemasan berbicara, kepercayaan diri, dan kemampuan public speaking pada mahasiswa perguruan tinggi vokasi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki hubungan positif dengan kemampuan berbicara di depan umum. Artinya, semakin baik keyakinan seseorang terhadap kemampuannya, semakin besar peluangnya untuk menyampaikan materi dengan baik. Dari sini dapat dipahami bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga perlu membangun keberanian untuk menyampaikannya.

Namun, membangun kepercayaan diri bukanlah hal yang selalu mudah. Ada mahasiswa yang sebenarnya memahami materi presentasi, tetapi ketika berdiri di depan kelas, pikirannya tiba-tiba kosong dan suaranya menjadi tidak jelas. Ada juga yang terlalu fokus memikirkan penilaian teman-temannya sehingga lupa dengan apa yang ingin disampaikan. Menurut saya, hal seperti ini wajar terjadi karena setiap orang memiliki tingkat keberanian dan pengalaman yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa berusaha mengatasi rasa takut tersebut, bukan terus menghindari kesempatan untuk berbicara.

Sumber: Ilustrasi oleh Freepik (2024). Diakses dari https://www.freepik.com/

Penelitian Fatimah dan Widyastuti (2024) juga menemukan hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa yang mengikuti organisasi kampus. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi cenderung mengalami kecemasan berbicara yang lebih rendah. Oleh karena itu, mengikuti kegiatan organisasi, diskusi kelompok, atau presentasi di kelas dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan komunikasi sekaligus membiasakan diri menghadapi audiens.

Menurut saya, salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kemampuan public speaking adalah mempersiapkan materi dengan baik. Mahasiswa sebaiknya memahami inti pembahasan daripada hanya menghafal setiap kalimat. Dengan memahami materi, seseorang akan lebih mudah menjelaskan menggunakan bahasanya sendiri dan tidak terlalu panik ketika lupa satu atau dua bagian. Selain itu, latihan di depan cermin, merekam suara sendiri, atau meminta teman mendengarkan simulasi presentasi juga bisa membantu mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri untuk aktif berbicara. Mahasiswa bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan kepada dosen, memberikan pendapat saat diskusi, atau menyampaikan ide dalam kelompok kecil. Mungkin pada awalnya masih terasa canggung, tetapi jika dilakukan secara rutin, keberanian akan tumbuh secara perlahan. Kita juga perlu memahami bahwa kesalahan ketika berbicara bukanlah sesuatu yang harus selalu ditakuti. Justru dari kesalahan tersebut, kita bisa belajar memperbaiki cara menyampaikan pesan agar lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Kemampuan public speaking juga sangat berguna ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. Dalam lingkungan profesional, seseorang perlu menyampaikan ide saat rapat, menjelaskan laporan, mengikuti wawancara kerja, hingga berkomunikasi dengan pelanggan. Mahasiswa yang terbiasa berbicara dengan jelas dan percaya diri akan lebih mudah menyampaikan gagasan serta membangun hubungan dengan orang lain. Karena itu, menurut saya, public speaking tidak seharusnya dianggap hanya sebagai keterampilan untuk menyelesaikan tugas kuliah, tetapi juga sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Pada akhirnya, menjadi percaya diri bukan berarti seseorang tidak pernah merasa gugup. Kepercayaan diri justru terlihat ketika seseorang tetap berani mencoba meskipun masih memiliki rasa takut. Mahasiswa tidak harus langsung menjadi pembicara yang hebat, tetapi perlu memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk belajar dan berkembang. Dengan latihan yang konsisten, persiapan yang baik, dan kemauan untuk menerima evaluasi, kemampuan berbicara di depan umum dapat meningkat secara bertahap. Menurut saya, semakin berani mahasiswa menyampaikan pendapat, semakin besar pula kesempatan mereka untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam kegiatan perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja.