Maneki-neko: Jejak Sejarah dan Mitos di Balik Sang Pembawa Keberuntungan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sutan Alif Putra Anindityo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kucing Maneki-neko sering disebut sebagai lucky cat, sudah lama menjadi simbol keberuntungan yang mudah dikenali di berbagai toko, restoran, hingga rumah. Namun di balik sosoknya yang lucu dan ramah, Maneki-neko menyimpan kisah sejarah dan mitos yang menarik untuk ditelusuri.
AWAL SEJARAH
Asal-usul Maneki-neko diyakini bermula dari periode Edo di Jepang, sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19. Pada masa itu, banyak kuil dan pemukiman kecil yang mulai memelihara kucing karena dipercaya mampu melindungi persediaan pangan dari hama. Dari sinilah lahir berbagai cerita rakyat mengenai kucing yang membawa keberuntungan bagi manusia. Salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan kelahiran Maneki-neko adalah Gotokuji Temple di Tokyo, yang dikenal sebagai tempat legenda kucing penolong bangsawan.
Menurut cerita yang paling populer, seekor kucing kampung mengangkat satu kakinya seolah memanggil seorang daimyo (tuan tanah). Karena mengikuti isyarat tersebut, sang bangsawan terhindar dari badai petir yang menimpa tempat ia sebelumnya berdiri. Sejak itu, kucing dianggap sebagai pembawa keselamatan dan harapan baik.
FAKTA MENARIK
Maneki-neko memiliki sejumlah makna simbolik yang tercermin dari sikap dan warnanya. Tangan kiri yang diangkat dianggap menarik pelanggan dan keberuntungan sosial, sementara tangan kanan berkaitan dengan rezeki dan kestabilan finansial. Variasi warnanya pun sarat makna: putih melambangkan kemurnian, emas untuk kemakmuran, merah sebagai perlindungan kesehatan, dan hitam sebagai penolak hal buruk. Banyak patung Maneki-neko juga digambarkan membawa koin koban, simbol kekayaan pada era Edo.
MITOS DAN LEGENDA
Berbagai kisah rakyat turut memperkuat citra Maneki-neko sebagai pembawa keberuntungan. Legenda paling terkenal berasal dari Gotokuji Temple, tentang seekor kucing yang “memanggil” seorang bangsawan dan tanpa disadari menyelamatkannya dari bahaya. Ada pula cerita tentang pedagang kecil yang mengalami kemajuan usaha setelah membuat patung kucing berdasarkan mimpinya, serta kisah kucing pelindung yang konon menggagalkan serangan ular. Dari rangkaian narasi inilah Maneki-neko berkembang menjadi simbol keberuntungan yang dikenal hingga kini.
