BNI Taplus Bisnis Video Competition with kumparan Menjumput Asa di Tuan Kentang

Tulisan dari Suzannita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kain jumputan adalah satu dari ragam kain tradisional khas Palembang. Kain yang juga dikenal sebagai kain pelangi ini sebagian besar diproduksi oleh perajin di Jalan Aiptu Wahab 15 Ulu, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang.
Proses pembuatan cukup panjang dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu hingga 1 bulan lamanya. Mulai dari memotong kain, lalu melukis kain dengan pensil. Kemudian kain yang sudah dilukis diikat satu persatu.

Setelah itu barulah melalui proses pewarnaan bisa dengan teknik pencelupan, dikuas dengan obat dyrex, disemprot dengan menggunakan naptol ataupun signing ketiganya. Kemudian barulah ikatan kain tersebut dilepas, dan kain yang sudah diwarnai itu pun dijemur.
Adalah Kusnandi, pemuda berusia 25 tahun asal Palembang ini meneruskan bisnis kain jumputan Palembang milik orangtuanya.
Meski masih muda namun tidak menyurutkan niatnya untuk ikut melestarikan warisan leluhur dan menjalankan usaha yang telah dirintis oleh orangtua sejak 27 tahun lalu.
Kini ada 30 orang tetangganya yang ikut bekerja bersamanya. Sedikitnya 200 hingga 300 lembar kain jumputan berhasil diproduksi setiap harinya.
Karena bisnis kain jumputan ini banyak tetangganya yang juga ikut terjun menggeluti bisnis serupa.

Bahkan ada yang datang langsung dari Kalimantan yang belajar membuat kain jumputan di gallery Salsabilla ini. Saat ini sudah menghasilkan produk jumputan sendiri dan banyak diminati di Kalimantan.
Kain jumputan yang terdiri kain atasan, kain bawahan dan selendang ini dijual mulai dari Rp. 100.000,- hingga Rp 500.000,-.
