Konten dari Pengguna

Apakah Menyindir Sama Dengan Membully Seseorang?

Swara Unsada

Swara Unsada

Swara Unsada

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Swara Unsada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Menyindir Sama Dengan Membully Seseorang?
zoom-in-whitePerbesar

Sumber : www.emergingrnleader.com

Hallo para pembaca kumparan, banyak dari kalian pasti pernah merasakan disindir atau menyindir seseorang, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja, nah mari kita ketahui apakah menyindir sama dengan membully?

Menurut Gorys Keraf ada 3 bentuk majas sindiran;

1. Ironi, majas sindiran yang sifatnya bertentangan antara yang diucapkan dengan yang kenyataan misalnya, memuji padahal didalam hati mengumpat.

2. Sinisme, majas sindiran yang sifatnya mengejek dan mengolok-olok secara langsung bahkan bisa berkesan menghina. Majas ini lebih kejam dibandingkan dengan majas ironi.

3. Sakarsme, majas sindiran yang sifatnya sangat kasar, mencela dan biasanya majas ini digunakan ketika seseorang sudah marah, penuh emosi dan yang pasti lebih kejam dari majas sinisme.

Kembali kepertanyaan “Apakah menyindir sama dengan membully seseorang?” menurut saya jawabannya sama, karena membully termasuk kedalam majas sinisme. Sindiran sendiri termasuk kedalam Bullying Verbal yaitu mengejek,mengolok-olok, menertawakan,memfitnah, mencela, menyindir dan memberikan julukan tertentu kepada orang yang dituju. Para pembaca semua, menyindir bukanlah tindakan yang baik untuk dilakukan, menyindir hanya membuat masalah semakin rumit apalagi yang disindir merasa dengan apa yang diucapkan, menyindir dapat melukai hati seseorangn dan menyebabkan seseorang menjadi merasa terkucilkan oleh lingkungan, yuk! Bertindaklah lebih cerdas dan jadi manusia yang berkualitas karena sekarang bukan hanya lidah yang tajam tetapi ketikan atau tulisan juga dapat berubah menjadi tajam. Setelah kalian membaca ini apakah kalian masih berniat untuk menyindir seseorang?

(Riska Ayu Lestari)