Konten dari Pengguna

Lepaskanlah Topeng-Topeng yang Ada Pada Dirimu

Swara Unsada

Swara Unsada

Swara Unsada

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Swara Unsada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber gambar : google.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber gambar : google.com

Berapa topeng yang dipakai oleh setiap orang? Tentunya banyak dan berbeda untuk setiap individunya meskipun ada yang sama. Apa sih yang dimaksud manusia memakai topeng? Contohnya adalah mereka yang memakai topeng sebagai mahasiswa, aktivis, para pemuka agama, dosen, dll. mereka harus memenuhi tuntutan sosial dan jika tidak tercapai maka akan timbul sebuah rasa kecemasan, itulah yang dinamakan Super Ego, salah satu teori yang dikemukakan oleh Sigmund Freud.

Hal tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa kita tidak mengenali diri sendiri, karena kita masih menjalaninya dengan rasa terpaksa atau hanya ingin dilihat oleh orang lain saja. Sebagai contoh dari super ego adalah seperti ini: Kamu seorang mahasiswa yang menyukai diskusi akan tetapi karena adanya pendapat “Mahasiswa haruslah berdemo”, kamu terpaksa mengikutinya; atau contoh lainnya, kamu bersedekah hanya karena ingin terlihat baik oleh orang sekitar bukan karena ikhlas ingin berbagi. Kira-kira begitulah yang disebut dengan super ego.

Sepertinya seru membahas lebih lanjut teori dari Freud ini. Maka dari itu akan saya bahas sedikit mengenai teori Freud tentang Struktur Kepribadian Manusia (ID, Ego, dan Super Ego).

1. ID (Das Es) --> Aspek Biologis (Insting)

ID adalah dorongan-dorongan instingtif dalam diri manusia atau bisa disebut juga unsur hewan dalam diri manusia yang bekerja berdasarkan kenikmatan. Ada dua jenis insting pada manusia yaitu Eros/Libido dan Thanatos.

- Eros/Libido adalah insting reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif. Eros bukan hanya tentang dorongan seksual tapi juga segala hal yang mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, cinta, dll.

- Thanatos adalah insting destruktif dan agresif (kejam). Manifestasinya adalah bertingkah laku agresif dan destruktif, inilah pendorong lahirnya perang, pembunuhan, sarkasme, dll.

2. Ego (Das Ich) --> Aspek Psikologis (Rasional & Realistik)

Ego adalah pengendali atas hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Bekerja berdasarkan prinsip realitas. Menghindarkan ketidaknikmatan dengan cara yang sesuai dengan kondisi real.

3. Super Ego (Das Ueber Ich) --> Aspek Sosial (tuntutan sosial)

Sistem moral dari kepribadian. Berisi norma-norma budaya, nilai-nilai sosial, dan tata cara yang sudah diserap ke dalam jiwa. Bekerja dengan prinsip ideal/moralitas --> sesuai dengan moral/norma masyarakat.

Diantara ketiganya, Ego lah yang memiliki kendali atas kepribadian kita. Meski begitu, ID dan Super Ego tetap harus seimbang, karena jika ID tidak terpenuhi maka akan timbul rasa gelisah dan rasa merasa bersalah terhadap lingkungan sosial sehingga akan merasa tidak cocok berada dalam lingkungan tersebut.

Semoga dengan membaca tulisan ini dapat membantu pemahaman kita tentang apa itu manusia dan menjadi perenungan kita agar lebih bisa mencintai dan mengenal diri sendiri. Lepaskanlah belenggu yang mengikat kalian dan kenalilah dirimu sendiri.

Penulis memohon maaf jika ada kata-kata yang tidak baik. Terima kasih banyak, semoga bermanfaat bagi yang membaca. Kata-kata terakhir dan salah satu prinsip dari penulis yaitu:

"jika ada sesuatu yang baik maka ambil yang baiknya dan ambil juga yang buruknya karena bisa kita maanfaatkan menjadi pengalaman agar tidak terjatuh di lubang yang sama." (Rizu/SU)