Terapi Melalui Gaya Fashion, inilah Yami Kawaii.

Swara Unsada
Tulisan dari Swara Unsada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Source: Youtube.com/Refinery29
Fashion Culture di Jepang memang terkenal dengan keunikkannya, karena tidak sedikit masyarakat terutama remaja yang mengikuti ataupun menggeluti arus suatu fashion. Fashion Culture yang sangat terkenal di Negeri Sakura ini adalah Kawaii Culture. Kawaii dalam bahasa indonesia berarti ‘imut’. Kawaii Culture memang menampakkan karakter yang imut dan manis, membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas.
Dalam Kawaii Culture ini terdapat Subculture bernama Yume Kawaii. Yume berarti ‘Mimpi’, Yume Kawaii mempunyai arti ‘imut seperti mimpi’. Subculture ini umumnya menggunakan warna-warna pastel nan lembut. Adapun Subculture terbaru yaitu Yami Kawaii. Yami yang berarti ‘Gelap’, Yami digambarkan sebagai sesuatu yang terjadi ketika Yume menjadi kegelapan. Sesuai dengan namanya, Yami Kawaii menggunakan unsur warna yang gelap dan identik dengan riasan peralatan medis seperti jarum suntik atau perban.
Yami Kawaii lahir dengan unsur kesedihan, depresi, dan masalah kejiwaan. Seperti yang kita ketahui, Jepang adalah salah satu negara yang memiliki tingkat bunuh diri paling tinggi. Beberapa berpendapat kalau Yami Kawaii merusak nuansa Kawaii sebelumnya. Namun, beberapa dari mereka justru mengeskpresikan atau menuangkan masalah kejiwaannya melalui Yami Kawaii. Sehingga disimpulkan bahwa Yami Kawaii Subculture dapat dianggap sebagai sebuah terapi, khususnya untuk para remaja yang mengalami stress hingga depresi dan tidak mampu menceritakannya kepada orang lain
