Aedes albopictus: Vektor Demam Berdarah yang Sering Terlupakan

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Safari Wahyu Jatmiko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika musim hujan datang, banyak di antara kita yang langsung memikirkan Aedes aegypti, nyamuk "loreng" hitam putih yang menyebarkan demam berdarah dengue (DBD). Akan tetapi, masih ada "saudara dekat" Aedes aegypti yang juga mampu menyebarkan DBD, nyamuk itu adalah Aedes albopictus. Mari kita kupas secara ringkas nyamuk ini.
Siapakah Aedes albopictus?
Aedes albopictus merupakan nyamuk asli daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Ia hidup di luar rumah terutama di tempat-tempat yang banyak semak dan tumbuhan (kebun), sehingga membuatnya dikenal sebagai nyamuk kebun.
Secara fisik, Aedes albopictus mirip dengan Aedes aegypti. Tubuhnya loreng hitam putih, hanya saja ia sedikit lebih besar daripada Aedes aegypti dan tidak memiliki garis putih khas Aedes aegypti di dadanya. Ciri fisik ini membuatnya dijuluki Asian tiger mosquito.
Daerah Kekuasaan Aedes albopictus
Aedes albopictus lebih suka hidup di luar rumah, di tempat yang banyak semak dan tumbuhan. Preferensi ini menyebabkannya jarang kita temui di kota-kota yang padat penduduk, namun melimpah di daerah pedesaan.
Meskipun demikian, jangan dibayangkan bahwa nyamuk ini tinggal jauh dari manusia, bahkan ia dikatakan nyamuk peridomestik, yakni nyamuk yang tinggalnya dekat dengan rumah-rumah atau kehidupan kita.
Jika kita kaji lebih dalam, Aedes albopictus mampu bertahan di daerah yang lebih tinggi dan lebih dingin daripada Aedes aegypti. Kemampuan ini menyebabkan penyebarannya meluas hampir ke seluruh dunia kecuali wilayah kutub.
Tempat Berkembang Biak
Nyamuk Aedes albopictus betina suka bertelur di air jernih sebagaimana halnya Aedes aegypti. Akan tetapi, karena ia berada di luar rumah, maka ia meletakkan telurnya di genangan air pada celah-celah tumbuhan ataupun sampah plastik seperti botol. Intinya, setiap genangan air jernih di luar rumah bisa dijadikan tempat berkembang biak.
Kebiasaan dan Pola Makan
Nyamuk A. albopictus aktif di siang hari, seperti halnya kita. Ia mencari makan sepanjang siang, meskipun lebih aktif di awal siang ataupun sore hari.
Manusia menjadi sumber makanan bagi A. albopictus, akan tetapi ia juga bisa menggigit burung, anjing, kucing, dan mamalia lain. Ia menghisap darah korban hingga mencukupi kebutuhannya, sehingga jika satu korban tidak cukup maka ia akan menggigit korban berikutnya. Hal ini yang sering kali membuat Aedes albopictus melakukan gigitan lebih dari satu kali.
Benarkah Aedes albopictus menularkan Demam Berdarah?
Aedes albopictus menularkan penyakit seperti DBD, Cikungunya, Zika, dan demam kuning. Di Indonesia dan negara-negara tropis yang lain, nyamuk ini bukan vektor utama DBD.
Meskipun bukan vektor utama DBD, Aedes albopictus menjadi vektor penting dalam penularan DBD di pedesaan, daerah perbatasan kota dengan desa, di daerah yang lebih tinggi dan dingin, bahkan menjadi vektor utama di kota-kota negara dengan empat musim.
Kendalikan Nyamuknya, Jangan Bingung Jenisnya
Kita mungkin kesulitan membedakan mana Aedes aegypti dan mana albopictus. Sebenarnya dalam ranah praktis, kita tidak perlu membedakannya. Kita hanya perlu mengetahui bahwa nyamuk vektor DBD ada di dalam rumah dan di luar rumah.
Pengetahuan ini diperlukan untuk membentuk pola pikir kita, bahwa pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan baik di dalam maupun luar rumah. Lebih jauh lagi, akan memberikan kesadaran yang lebih baik dalam mencegah gigitan nyamuk saat di dalam maupun di luar rumah.
