Konten dari Pengguna

Bahasa Pemrograman Dasar: Pengenalan Hypertext Preprocessor (PHP)

Siti Iswanti

Siti Iswanti

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Sistem Informasi

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Iswanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengenalan PHP. Foto/Gambar : Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Pengenalan PHP. Foto/Gambar : Freepik

PHP, singkatan dari "Hypertext Preprocessor", merupakan salah satu bahasa pemrograman server-side yang paling populer dan banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi web. Pertama kali dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994, PHP telah tumbuh menjadi salah satu platform paling dominan di dunia web, didukung oleh komunitas yang sangat aktif dan ekosistem yang luas.

Apa yang membuat PHP begitu diminati oleh para pengembang web? Jawabannya terletak pada kemudahan penggunaannya, fleksibilitas, dan kemampuannya untuk berintegrasi dengan berbagai database dan teknologi web lainnya. PHP dirancang agar dapat dengan mudah dipelajari, terutama bagi pengembang web pemula. Dengan sintaks yang sederhana dan dokumentasi yang komprehensif, PHP menjadi pilihan yang ideal bagi mereka yang ingin memulai karier di bidang pengembangan web.

Di samping itu, PHP bersifat open source, artinya kode sumbernya tersedia secara gratis dan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh komunitas. Hal ini mendorong inovasi dan perkembangan yang pesat, dengan banyaknya library, framework, dan ekstensi yang dapat mempercepat proses pengembangan aplikasi web. Selain itu, PHP juga dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis aplikasi, mulai dari situs web sederhana hingga aplikasi kompleks, termasuk aplikasi desktop dan mobile.

Sejarah Penerbitan PHP

  • PHP (pada awal singkatan dari "Personal Home Page") awalnya dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 sebagai sekumpulan skrip Perl yang digunakan untuk memantau lalu lintas di situs web pribadinya.

  • Pada tahun 1995, Lerdorf merilis versi pertama PHP, yang disebutnya "Personal Home Page Tools" (PHP Tools). Versi ini hanya berupa sekumpulan skrip Perl sederhana.

  • Pada tahun 1997, Lerdorf merilis versi PHP/FI 2.0, yang sudah mulai menggunakan sintaks C dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan database.

  • Pada tahun 1998, PHP/FI 2.0 diubah namanya menjadi sekadar "PHP 3.0" karena semakin populer dan banyak digunakan.

  • Versi PHP 4.0 dirilis pada tahun 2000, dengan penambahan banyak fitur baru dan perbaikan kinerja yang signifikan.

  • Pada tahun 2004, PHP 5.0 dirilis dengan penambahan dukungan pemrograman berorientasi objek (OOP) yang lebih baik.

Sejak saat itu, PHP terus dikembangkan dengan merilis versi-versi baru secara berkala, dengan versi terbaru saat ini adalah PHP 8.x yang dirilis pada akhir 2020.

Awalnya, PHP merupakan singkatan dari "Personal Home Page", yang mengacu pada tujuan awal pembuatan bahasa pemrograman ini oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994.

Namun, ketika bahasa pemrograman ini semakin berkembang dan penggunaannya meluas, nama "Personal Home Page" dirasa tidak lagi mencerminkan tujuan dan fungsi dari PHP yang sebenarnya.

Oleh karena itu, pada versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1998, nama "Personal Home Page" diubah menjadi "PHP: Hypertext Preprocessor". Ini adalah kepanjangan yang saat ini digunakan secara resmi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa PHP pertama kali dirilis ke publik pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, meskipun versi awalnya hanya berupa sekumpulan skrip sederhana. PHP kemudian terus berkembang menjadi bahasa pemrograman web yang sangat populer dan banyak digunakan hingga saat ini.

Sintaks Dasar dalam PHP

1. Deklarasi Tag PHP:

Tag PHP ini digunakan untuk membedakan kode PHP dari kode HTML atau teks biasa.

  • PHP code ditulis di antara tag <?php ... ?>.

  • Contoh: <?php echo "Hello, World!"; ?>

2. Variabel:

Variabel digunakan untuk menyimpan data yang dapat dimanipulasi dalam program.

  • Variabel dalam PHP diawali dengan tanda dolar ($).

  • Penamaan variabel harus dimulai dengan huruf atau garis bawah, dan dapat terdiri dari huruf, angka, dan garis bawah.

  • Contoh: $nama = "John Doe";, $umur = 25;

3. Tipe Data:

  • PHP mendukung berbagai tipe data, seperti String, Integer, Float, Boolean, Array, Object, dll.

  • Tipe data ditentukan secara otomatis oleh PHP saat Anda menetapkan nilai ke variabel.

  • Contoh: $umur = 25; (Integer), $tinggi = 1.75; (Float), $aktif = true; (Boolean)

4. Operator:

Operator digunakan untuk melakukan perhitungan dan perbandingan dalam program.

  • Operator aritmatika: +, -, *, /, %

  • Operator penugasan: =, +=, -=, *=, /=, %=

  • Operator perbandingan: ==, !=, >, <, >=, <=

  • Operator logika: &&, ||, !

5. Kontrol Alur:

Kontrol alur digunakan untuk mengontrol jalannya eksekusi program berdasarkan kondisi tertentu.

  • Kondisional: if-else, switch-case

  • Perulangan: for, while, do-while

6. Fungsi:

Fungsi memungkinkan Kita untuk mengorganisir dan menyimpan blok kode yang dapat digunakan berulang kali.

  • Deklarasi fungsi menggunakan kata kunci function diikuti dengan nama fungsi dan parameter (jika ada).

  • Pemanggilan fungsi dilakukan dengan menyebutkan nama fungsi dan argumen (jika ada).

  • Contoh: function hitungLuas($panjang, $lebar) { return $panjang * $lebar; }

7. Output:

echo dan print digunakan untuk mencetak output ke browser.

echo dapat mencetak satu atau lebih nilai, sedangkan print hanya mencetak satu nilai.

8. Komentar:

Komentar digunakan untuk menjelaskan kode program dan membuatnya lebih mudah dipahami.

  • Komentar satu baris menggunakan //.

  • Komentar multiline menggunakan /* */.