“Gen-Z Terjebak Konsumerisme, Eksyar UNPAM Tawarkan Jalan Keuangan Islami”

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syafiq ijlal imaduddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kab. Tangerang – Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Pamulang menyampaikan tentang Gaya hidup konsumtif semakin mengakar di kalangan generasi Z. Pada jumat (08/08/2025) di SMAN 6 KAB. TANGERANG Pasir Nangka, Kec. Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dengan harapan Gen-Z terhindar dari kebiasaan konsumerisme seperti membeli pakaian hanya untuk sekali pakai, ngopi mahal demi konten media sosial, hingga berutang untuk gadget terbaru, semua menunjukkan kuatnya pengaruh tren terhadap pola konsumsi generasi muda.
Fenomena ini menjadi sorotan dalam presentasi bertajuk “Islamic Financial Literacy” yang dipaparkan oleh tim PKM (pengabdian kepada Masyarakat) Ekonomi Syariah Universitas Pamulang (UNPAM). Data yang diungkap menunjukkan bahwa 70 persen Gen-Z terpengaruh tren media sosial, 45 persen minim tabungan, dan 30 persen pengeluaran terbesar digunakan untuk jajan, fashion, dan gawai.
Menurut pemateri, “persoalan utama bukan pada jumlah uang yang dimiliki, tetapi pada cara mengelola keuangan dan niat di balik penggunaannya. Karena itu, solusi ditawarkan melalui penerapan prinsip keuangan Islam, seperti tawazun (keseimbangan), qana’ah (merasa cukup), zuhud (cinta harta secukupnya), dan hisab (pertanggungjawaban harta)” Ujarnya.
Peserta juga diperkenalkan pada metode praktis pengelolaan keuangan Islami, yakni membagi pendapatan ke dalam empat porsi: 50 persen untuk kebutuhan pokok halal, 20 persen tabungan atau investasi syariah, 20 persen sedekah, dan 10 persen hiburan. Skema ini dinilai relevan untuk membantu Gen-Z lebih bijak mengatur keuangan.
Selain itu, pemateri menyoroti bahaya paylater dan kredit konsumtif yang berpotensi menyeret ke praktik riba. Sebagai alternatif, mereka mendorong penggunaan akad syariah, membeli sesuai kemampuan, serta berkonsultasi dengan ahli keuangan Islam sebelum mengambil keputusan besar.
Pemateri menekankan bahwa “keberkahan harta tidak ditentukan oleh seberapa besar jumlah yang dimiliki, melainkan oleh cara mengelola dan niat yang mendasarinya, juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan” Tuturnya.
Di akhir presentasi, pemateri menegaskan bahwa keberkahan harta tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah, melainkan oleh cara mengelola serta niat yang mendasarinya. Pesan yang dibawa sederhana namun bermakna: “Gaya boleh tinggi, asal tetap syar’i dan berkah”.
Demikian pesan penutup yang disampaikan, sekaligus menjadi pengingat bahwa modernitas tidak harus bertentangan dengan nilai Islami. Justru dengan literasi keuangan syariah, generasi Z dapat tumbuh sebagai generasi yang cerdas finansial, beretika, dan berkepribadian kuat.
