Langkah Kecil, Dampak Besar! Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Pembuatan Biopori

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Program Studi Biologi Institusi Uniersitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syafiq Kanigoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
[Desa Suruhkalang], [21 Juli 2024] – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) 2024 melaksanakan program kerja edukasi pengelolaan limbah organik dengan menggunakan teknologi biopori di Desa Suruhkalang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik. Mahasiswa menjelaskan bahwa limbah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran air dan tanah serta peningkatan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik dan benar dapat memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Setelah sosialisasi, mahasiswa mempraktikkan cara pembuatan lubang biopori. Lubang biopori merupakan salah satu metode sederhana yang efektif untuk mempercepat proses penguraian limbah organik menjadi kompos. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menunjukkan langkah-langkah pembuatan lubang biopori mulai dari penggalian lubang, pengisian dengan limbah organik, hingga perawatan yang diperlukan.
Menurut Ketua Tim KKN, Pahlevi, program edukasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi warga dalam menangani limbah organik yang dihasilkan setiap hari. "Dengan adanya lubang biopori, diharapkan masyarakat dapat mengolah limbah organik menjadi kompos yang bermanfaat, serta membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA," ujarnya.
Respon positif pun datang dari warga setempat. Salah satu warga, Ridho, menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dan berharap agar edukasi serupa dapat terus dilakukan. "Saya jadi tahu cara mengelola sampah organik dengan benar dan bisa langsung mempraktikkannya di rumah," katanya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN UNDIP memberikan media biopori tersebut kepada Ibu Bidan untuk dijadikan tanaman obat di sekitas Puskesmas. Mereka juga mengajak warga untuk terus berkomunikasi dengan tim KKN jika membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam mengelola limbah organik.
Program kerja ini merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan oleh KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024 di Desa Suruhkalang, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.
