Peran Media Massa dalam Mengawasi Pemilu untuk Menyukseskan Pesta Demokrasi

Asisten Ombudsman Republik Indonesia
Konten dari Pengguna
26 Mei 2023 15:26
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syafiqurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi media online. Foto: aditia noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media online. Foto: aditia noviansyah/kumparan
Media massa merupakan sebuah sarana publik yang memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui media massa, kita semua dapat memperoleh beragam informasi yang kita butuhkan. Beragam informasi yang disajikan mulai dari informasi politik, hukum, pendidikan, kebudayaan, ekonomi dan berbagai informasi lainnya sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan informasi di berbagai belahan dunia.
Sejak negara ini berdiri, peran media massa baik dalam bentuk cetak dan suara sangatlah sentral. Peran media dalam penyampaian informasi untuk membangun sebuah komunikasi komunal membuahkan hasil yang luar biasa. Bahkan informasi bahwa pemerintahan di negara ini masih ada dan masih berdaulat dapat kita ketahui melalui media massa.
Media massa dalam memberikan manfaatnya kepada publik memberikan peran sebagai pembentuk opini publik, menjadi komunikasi antara pemerintah dan rakyat, menjalankan fungsi pengawasan hingga melakukan misi sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat luas. Dalam hal ini independensi media massa sangat penting untuk menentukan akurasi dan objektivitas informasi yang diedarkan dan dikonsumsi di lingkungan masyarakat.
Peran media massa yang besar inilah yang harus dijadikan sebagai satu kesempatan untuk menyambut momentum pemilu agar terlaksana secara luber dan jurdil. Media massa harus mengambil posisi sebagai partner rakyat untuk mengawasi pemilu dan mengarahkan opini publik agar iklim demokrasi tercipta dengan sehat.

Idealitas Pemilu Luber Jurdil

Pemilu yang ideal adalah pemilu yang dilaksanakan dengan asas luber dan jurdil. Dalam pemilu, ada enam asas yang harus dipenuhi yakni asas luber jurdil, singkatan dari langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Pemilu yang berasaskan luber dan jurdil hanya mampu dicapai dengan integritas para penyelenggara dan peran masyarakat dalam mengawasi kinerja penyelenggara.
Asas langsung dalam pemilu berarti rakyat memilih secara langsung para pemimpin dan wakilnya tanpa perantara. Asas umum berarti pemilu diperuntukkan secara umum oleh siapa pun warga negara indonesia yang telah mencukupi syarat. Asas bebas berarti rakyat memiliki kebebasan menentukan pilihannya tanpa boleh dipengaruhi dan diarahkan oleh siapa pun. Asas rahasia berarti berarti pilihan para pemilih bersifat rahasia dan tidak dipublikasi.
Sedangkan asas jujur dan adil berarti pemilu haruslah dilaksanakan secara jujur, taat aturan sesuai perintah konstitusi, tidak curang dan berkeadilan bagi seluruh peserta pemilu dan pemilih dalam pesta demokrasi. Ke semua asas itu adalah satu kesatuan kolektif yang tidak dapat dipisahkan. Pemilu yang berhasil lahir dari pemilu yang berasaskan luber jurdil sesuai dengan amanat konstitusi.
Sejatinya Pemilu sebagai pesta demokrasi yang harus kita nikmati bersama idealnya harus dilaksanakan sesuai ketentuan undang-undang dan amanat konstitusi untuk memuaskan hati seluruh rakyat Indonesia. Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa tindakan-tindakan pelanggaran pemilu baik yang dilakukan oleh oknum penyelenggara, oknum peserta maupun oknum masyarakat pendukung selalu terbuka lebar. Peluang pelanggaran pemilu itulah yang menjadi sebuah tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Di sinilah peran media massa diperlukan sebagai media pengawas dan pengontrol pemilu agar pemilu dapat dilaksanakan secara sukses seperti yang diharapkan.

Peran media dalam pengawasan Pemilu

Media massa memiliki peran yang sangat besar dalam menjalankan peran pengawasan pemilu. Komunikasi politik dalam masa persiapan, pelaksanaan hingga berakhirnya pemilu difasilitasi oleh media massa. Informasi-informasi yang disajikan pada masyarakat melalui media massa akan membentuk banyak opini publik terhadap calon wakil rakyat dan pemimpin negeri ini.
Perkembangan politik pada tatanan daerah, nasional hingga mancanegara kita ketahui melalui perkembangan teknologi yang salah satunya diakomodir oleh media massa. Dunia ini terlalu luas untuk disinggahi pada setiap sudutnya oleh manusia, sehingga pengetahuan kita akan perkembangan dunia luar kita peroleh secara praktis melalui media massa.
Media massa baik cetak maupun elektronik yang eksis hingga hari ini nyatanya memberikan dampak yang begitu beragam. Popularitas suatu media memberikan efek fenomenal dalam membentuk opini publik. Bagaimana tidak, informasi yang diperoleh melalui portal berita oleh masyarakat pada umumnya dianggap sebagai sebuah kebenaran dan menjadi acuan dalam memberikan pandangan.
Kejujuran media massa dalam memberikan informasi merupakan salah satu kunci keberhasilan pemilu. Bagaimana tidak, ketika media massa menyajikan informasi-informasi faktual dan jujur ke muka publik, hal-hal yang tersembunyi akan terungkap dan menjadi sebuah penilaian bagi publik itu sendiri.
Media massa harus mengambil sikap independen dalam menyajikan berita seputar pemilu sebab segala jenis sajian pemilu melalui media massa adalah konsumsi publik yang begitu mudah membentuk opini masyarakat.
Dalam ranah kepemiluan, peran pengawasan publik oleh media massa dapat dilakukan dengan adanya penyajian berita-berita terkini tentang situasi politik daerah maupun nasional. Penyajian berita mengenai peta politik dan perkembangan politik seyogyanya disajikan secara terang dan lugas. Begitu pula informasi-informasi yang berkaitan dengan edukasi dan pengawasan kepemiluan harus menjadi prioritas media massa.
Keberanian media massa dalam melaporkan pelanggaran-pelanggaran pemilu akan diuji pada tahun-tahun politik seperti ini, sebab proses pemilu sudah mulai dilangsungkan. Wartawan harus mengambil sikap objektif dalam melaporkan berita-berita, sebab akan ada banyak sekali kepentingan oknum pelanggar yang terhalang. Meskipun hal ini menjadi sebuah tantangan yang sulit, namun tetap harus berjalan dengan natural dan apa adanya sebab dengan adanya sajian informasi yang demikian, rakyat dapat mengetahui situasi dan peta perpolitikan sehingga rakyat dapat memilih siapa yang layak dan bagaimana idealnya pemilu dijalankan.
Opini publik yang terbentuk secara natural dan positif menjadi sebuah media pendidikan sebagaimana tujuan adanya media massa. Apalagi, kebebasan pers pasca reformasi benar-benar memberikan efek positif terhadap kesehatan iklim demokrasi di negeri kita. Nyatanya, hingga hari ini begitu besarnya peran media dalam menyajikan dan membuka informasi membuat masyarakat lebih berani dalam mengambil sikap kritis melawan kezaliman. Jika dibandingkan dengan zaman orde baru, keterbukaan informasi yang terbatas membuka corong besar kecurangan dan pelanggaran sehingga oligarki tetap langgeng di panggung kekuasaan.
Di era keterbukaan informasi yang begitu luas, kita semua harus membuka mata, pikiran dan hati dalam menyaring berbagai informasi, sebab tidak semua media cetak maupun elektronik memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun media massa harus tetap ada dan terus terbuka, menyajikan berbagai informasi khususnya pemberitaan mengenai kepemiluan, sebab peran media massa yang sentral dalam membentuk opini publik mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihannya. Pada akhirnya, setiap pilihan yang ditentukan oleh masyarakat melalui pesta demokrasi 2024 nanti akan menentukan arah roda pemerintahan dan ke arah mana bangsa ini akan diarahkan dan dibangun oleh para pemimpin negeri dan wakil rakyat yang kita pilih.