Pentingnya Menjaga Kesehatan Keuangan Keluarga

Tulisan dari syafitri swastivita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kesehatan keuangan keluarga merupakan kunci awal dari kesehatan fisik. Bagaimana tidak, keuangan yang sehat, fikiran pun tenang. Terpenuhinya asupan nutrisi, seleuruh kebutuhan terpenuhi dan tidak adanya tunggakan.
Pada tanggal 14 September 2019 lalu saya menghadiri acara Moms Mingle bersama Sunlife Indonesia yang bertajuk "Moms As The Guardian Of The Family". Di acara ini banyak sekali tips - tips pengelolaan keuangan yang baik yang dijabarkan sedetail mungkin dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Ini tepat sekali yah, siapa lagi yang bisa mengendalikan keuangan dengan baik kalau bukan "Mama sang Manajer Rumah"? Selagi masih ada sisa, pasti ditabung ya meskipun hanya receh. Rp 100,- yang ditabung, lama - lama bisa jadi bukit sampai bisa beli 2 bungkus micin Rp 500,- di tukang sayur keliling. Tapi, apakah cara kita selama ini sudah benar? Yuk coba cek beberapa poin penting di bawah ini.
CIRI KEUANGAN SEHAT
Cash Flow Positif (bisa berzakat / perpuluhan / derma, dll secara rutin)
Santai ketika terjadi krisisi (memiliki dana darurat & asuransi)
Rutin menabung / berinvestasi minimal 10%
Rasio cicilan utang, maksimal 35% dari income
Santai dengan yang dimiliki tetangga (tidak iri)
Setiap orang pasti pernah memiliki masalah keuangan, namun asalkan kita selalu semangat berikhtiar untuk terus maju, maka insyaAllah akan selalu ada jalannya. Tidak ada ujian yang melebihi dari kemampuan hambaNya.
STEP BY STEP MENUJU KEUANGAN SEHAT
A. Mengelola Hutang Konsumtif (HARUS DILUNASI)
Tidak ada Asset
Ada Asset namun nilainya terus menurun
Kredit keperluan rumah tangga seperti panci, lemari, TV, dll)
Kartu kredit
KTA
Jangan tergoda Belanja diskon!
B. Memiliki Tabungan Dana Darurat
Jika masih single, maka dana darurat sebesar 3x pengeluaran/bulan
Jika sudah menikah, 4-6x pengeluaran/bulan
Sudah menikah dan memiliki 2 anak, 6-9x pengeluaran/bulan
Sudah menikah dan memiliki anak lebih dari 2, 12x pengeluaran/bulan
C. Memiliki / Membeli Proteksi
Asuransi Kesehatan Murni / Stand Alone
Asuransi Jiwa Murni / Stand Alone
D. Berinvestasi
Profil Risiko
Jangka Waktu
Inflasi Tujuan Keuangan
Return
Produk Memenuhi Syarat
Investasi Wajib (Jika seluruh hutang sudah lunas )
Setelah melunasi hutang, maka urutan bentuk investasi yang harus kita miliki adalah sebagai berikut :
Tempat Tinggal
Dana Pensiun
Dana Pendidikan & Pernikahan anak
Perjalanan Rohani (Haji, Lordes, Vatikan)
Dana Investasi Sosial (Wakaf, Panti Asuhan, Orang Tua, dll)
Di akhir acara, Ibu Ila memberi pesan beberapa tips agar kita terhindar dari keuangan yang tidak sehat :
Selalu merasa cukup
Penuhi kebutuhan manajemen keuangan
Lindungi diri dan keluarga
Biarkan uang bekerja mencari teman - temannya
Habiskan income sesuai pos-nya "SHILA"
Bagaimana untuk tips - tips di atas? Sama halnya dengan Kesehatan Fisik, lebih baik mencegah sakit ketimbang menyembuhkan sakit. Begitu juga dengan kesehatan uang, "Lebih baik hidup pas-pas-an ketimbang harus berhutang demi memenuhi kebutuhan konsumtif (gaya hidup)"
Semoga tulisan ini bermanfaat :)
#LifeHealthierLives #MomsMingle
