Konten dari Pengguna

Potensi Ekspor Kopi Indonesia

syaharani nabila

syaharani nabila

Lahir : Magelang, 6 April 2000, merupakan mahasiswa fakultas hukum, Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari syaharani nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kopi adalah produk yang sangat populer di dunia dan merupakan jenis minuman yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya karena kenikmatan konsumen peminum kopi namun juga karena nilai ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi (seperti Indonesia).

Produk kopi merupakan komoditas ekspor terbesar kedua di dunia. Arabika dan Robusta adalah dua jenis kopi yang paling diminati di pasar global dan Indonesia merupakan negara terbesar keempat yang memproduksi biji kopi setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Hal tersebut membuat produk kopi kita memiliki keunggulan dalam volume produksi dibandingkan negara lainnya.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jenis asal kopi terbanyak, atau bisa disebut dengan single-origin. Di Indonesia terdapat beragam jenis asal kopi dari berbagai daerah di Sumatera, Jawa, Bali, Flores, sampai Papua. Sudah terbukti masing-masing jenis kopi tersebut memiliki cita rasa yang khas dan unik. Yang paling terkenal di antara kopi-kopi spesial ini adalah kopi luwak, kopi Toraja, kopi Aceh dan kopi Mandailing.

https://pixabay.com/images/id-917613/

Kopi selalu jadi pilihan utama bagi penduduk Indonesia untuk diminum kala kita di kafe ataupun di rumah. Apalagi saat ini banyak kafe kopi Indonesia yang bermunculan dan sedang popular. Hal tersebut mendorong permintaan produk kopi dalam negeri, tetapi permintaan pasar global saat ini juga masih banyak. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berkomitmen mendukung pengembangan industri kopi melalui pembinaan dengan berbagai program strategis. Di antaranya, melalui penumbuhan wirausaha baru, pengembangan sentra IKM kopi, serta pengembangan produk dan sertifikasi.

Peminat kopi di pasar domestik untuk biji kopi lebih besar dibandingkan dengan pasar ekspor. Untuk pasar ekspor, produk kopi dalam negeri banyak dikirim ke negara yang banyak mengonsumsi kopi seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Italia, dan Malaysia. Untuk menembus pasar ekspor, penerapan bea masuk ke beberapa negara tujuan menjadi tantangan bagi pabrikan domestik karena bisa mengikis daya saing. Oleh karena itu, perjanjian dagang diharapkan semakin ditingkatkan agar bea masuk produk olahan kopi bisa lebih rendah.

sumber :

https://www.ukmindonesia.id/baca-artikel/286

https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/kopi/item186?

https://bisnis.tempo.co/read/1169785/eksportir-kopi-produksi-lebih-banyak-diserap-pasar-domestik