Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Pembudidaya Kenali Pentingnya IPAL untuk Kelola Limbah

Syahida Ahsan Firmansyah

Syahida Ahsan Firmansyah

Saya mahasiswa Universitas Diponegoro, program studi Akuakultur yang sedang menjalani kegiatan KKN-Tematik

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syahida Ahsan Firmansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama dengan para pembudidaya ikan di Desa Tambaksari. Sumber foto: Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama dengan para pembudidaya ikan di Desa Tambaksari. Sumber foto: Penulis

Desa Tambaksari, Kendal (28 Juni 2025) – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menghadirkan inovasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung di Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal. Salah satu anggota Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yaitu Syahida Ahsan Firmansyah dari jurusan Akuakultur yang memperkenalkan pentingnya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sebagai Upaya pengelolaan limbah budidaya yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, Syahida mengedukasi para pembudidaya lokal agar lebih peduli terhadap dampak limbah budidaya dan pentingnya menjaga kualitas air. Program ini merupakan bagian dari kegiatan program kerja KKN-T Tim 38 yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si. beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Faik Kurohman, S. Pi., M. Si., Adnan Fauzi, S. T., M. Kom., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M. Si.

Pentingnya Pengelolaan Limbah Budidaya Melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)

Kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah budidaya ikan melalui IPAL dilaksanakan di BUMDes Desa Tambaksari dan dihadiri oleh para pembudidaya setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP menyampaikan pentingnya penerapan IPAL sebagai langkah awal untuk menjaga kelestarian lingkungan budidaya. IPAL diharapkan menjadi solusi yang mampu menjaga kualitas air tetap baik sekaligus menghindari pencemaran. Dijelaskan pula bahwa limbah hasil budidaya yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak serius, mulai penurunan kualitas air, terganggunya pertumbuhan ikan, hingga memicu penyakit akibat penumpukan zat berbahaya dalam kolam.

"Pengelolaan Limbah: Langkah Awal Budidaya Berkelanjutan"

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan bahwa penggunaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sangat penting untuk mendukung kelangsungan budidaya ikan. Salah satu cara yang sederhana adalah dengan memanfaatkan kolam IPAL yang diisi azola dan probiotik. Azola merupakan sejenis tanaman air dan probiotik berperan menyerap zat organik berlebih yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan. Menariknya, azola dan probiotik ini juga bisa dimanfaatkan kembali sebagai pakan tambahan yang baik untuk ikan, sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan. Upaya ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan kolam tetap bersih, tapi juga mendukung pertumbuhan ikan secara alami dan sehat.

Antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan sosialisasi pentingnya penggunaan IPAL dalam manajemen limbah budidaya. Sumber foto: Penulis

Pembudidaya terlihat antusias mengikuti sosialisasi tentang pengelolaan limbah budidaya melalui IPAL. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait masalah air di kolam. Suasana berlangsung hangat dan menunjukkan bahwa para pembudidaya mulai sadar akan pentingnya menjaga kualitas air. Kegiatan ini dinilai bermanfaat dan dapat menjadi bekal dalam pengelolaan budidaya yang lebih baik ke depannya.