Keterkaitan Program Pembangunan DISKOPAR Kota Dumai dengan Sasaran RPJPN 2045

Saya Syahidatul Awaliyah salah satu mahasiswi yang berkuliah di STIA Lancang Kuning Kota Dumai, Provinsi Riau
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Syahidatul Awaliyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025–2045 sebagai pedoman pembangunan selama 20 tahun. Pembangunan nasional diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perekonomian, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Pencapaian visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah melalui program pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Dumai memiliki peran penting melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Dumai Tahun 2025–2045 dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029.
RPJPD Kota Dumai Tahun 2025–2045 mengarahkan pembangunan daerah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, serta pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan. Sementara itu, Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029 menerjemahkan arah pembangunan tersebut melalui program pembinaan dan pemberdayaan pemuda, peningkatan kualitas olahraga, pengembangan destinasi pariwisata, serta promosi wisata melalui media digital.
Kedua hal tersebut memiliki keterkaitan karena pembangunan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana program-program tersebut mendukung sasaran pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Keterkaitan Program Pembangunan Daerah dengan Sasaran RPJPN 2025–2045
RPJPN 2025–2045 menetapkan lima sasaran utama Indonesia Emas 2045, yaitu pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang, kepemimpinan dan pengaruh internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia meningkat, serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca menuju net zero emission. Tidak semua sasaran tersebut menjadi tanggung jawab langsung Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Namun, program dinas dapat memberikan kontribusi sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangannya.
1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Daya Saing Pemuda
Salah satu sasaran penting Indonesia Emas 2045 adalah meningkatnya daya saing sumber daya manusia. Sasaran ini berkaitan erat dengan pembangunan kepemudaan karena pemuda merupakan generasi penerus yang akan berperan dalam pembangunan Indonesia pada tahun 2045.
Dalam Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029, pembinaan dan pemberdayaan pemuda diarahkan melalui penguatan kelembagaan, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas organisasi, serta kegiatan kewirausahaan dan digitalisasi. Program tersebut penting untuk membentuk pemuda yang mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Namun, dokumen Renstra juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti masih terbatasnya pelatihan dan pendampingan kepemimpinan, belum meratanya akses pemuda terhadap kegiatan pengembangan kapasitas, serta masih lemahnya partisipasi dan kelembagaan organisasi kepemudaan.
Oleh karena itu, program pembinaan pemuda perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Apabila dilaksanakan secara efektif, program tersebut dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Kota Dumai dan mendukung sasaran nasional berupa peningkatan daya saing SDM menuju Indonesia Emas 2045.
2. Pengembangan Pariwisata untuk Meningkatkan Pendapatan dan Mengurangi Kemiskinan
Sasaran Indonesia Emas 2045 juga mencakup peningkatan pendapatan per kapita serta penurunan kemiskinan dan ketimpangan. Dalam konteks pembangunan daerah, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penciptaan peluang usaha, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029 memuat arah pengembangan destinasi pariwisata unggulan, promosi pariwisata melalui media digital dan kegiatan lokal, penguatan kemitraan dengan pelaku usaha, serta pengembangan kegiatan wisata yang terintegrasi dengan kepemudaan dan olahraga.
Program tersebut sejalan dengan misi transformasi ekonomi dalam RPJPN 2025–2045 yang menekankan peningkatan produktivitas melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan transformasi digital.
Akan tetapi, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan saja belum cukup untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat keterlibatan masyarakat setempat, meningkatkan keterampilan pelaku wisata, memperluas akses pemasaran produk lokal, dan mendorong kemitraan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan program pariwisata perlu dilihat bukan hanya dari pertumbuhan kunjungan, melainkan juga dari peningkatan pendapatan pelaku usaha, terbukanya lapangan kerja, dan semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.
3. Peningkatan Kualitas Olahraga dan Pembentukan Generasi Sehat
Pembangunan olahraga memiliki hubungan dengan transformasi sosial karena kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan dan keterampilan, tetapi juga oleh kesehatan, kebugaran, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029 mengarahkan peningkatan kualitas keolahragaan daerah secara bertahap dan konsisten, termasuk melalui peningkatan sarana dan prasarana olahraga serta penyelenggaraan kegiatan olahraga masyarakat.
Program tersebut dapat mendukung terbentuknya masyarakat yang sehat dan produktif. Selain itu, pembinaan olahraga berpotensi mendorong prestasi atlet, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik, dan menanamkan nilai sportivitas serta disiplin kepada generasi muda.
Keterkaitannya dengan RPJPD Kota Dumai Tahun 2025–2045 terletak pada misi pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berkualitas, sejahtera, unggul, dan berdaya saing. Dengan demikian, pembangunan olahraga perlu diarahkan tidak hanya pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga pada pemerataan akses fasilitas dan kesempatan berolahraga bagi masyarakat.
4. Transformasi Digital dalam Promosi dan Pengembangan Pariwisata
Transformasi digital menjadi salah satu unsur penting dalam pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi promosi, memperluas jangkauan informasi, dan membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.
Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029 memuat promosi pariwisata melalui media digital, pengembangan sistem informasi, serta penguatan jejaring kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas.
Penerapan strategi digital tersebut dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Kota Dumai kepada masyarakat di luar daerah. Di sisi lain, pemuda yang memiliki keterampilan digital dapat dilibatkan sebagai pembuat konten promosi, pengelola informasi wisata, dan pelaku usaha kreatif.
Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi perlu didukung oleh kualitas informasi, kemampuan sumber daya manusia, dan kesiapan pelaku wisata. Dengan dukungan tersebut, digitalisasi tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing pariwisata dan memperkuat ekonomi lokal.
5. Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan dan Berkeadilan
Indonesia Emas 2045 tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan yang berkelanjutan. Pengembangan pariwisata perlu memperhatikan kelestarian lingkungan, pelestarian nilai budaya, serta pemerataan manfaat pembangunan.
RPJPD Kota Dumai Tahun 2025–2045 menekankan pembangunan yang merata dan berkeadilan, didukung sarana dan prasarana berkualitas serta pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, pengembangan pariwisata dalam Renstra dinas perlu memperhatikan peningkatan kapasitas pelaku wisata, pengelolaan destinasi, kemitraan, dan promosi.
Kedua dokumen tersebut dapat dihubungkan melalui upaya pengembangan destinasi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga dikelola dengan memperhatikan kebersihan, kelestarian lingkungan, nilai tradisi, dan keterlibatan masyarakat.
Pelaksanaan program dapat diperkuat melalui edukasi wisata berkelanjutan, pengelolaan sampah di destinasi, peningkatan kemampuan pengelola wisata, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas serta lingkungan. Upaya tersebut merupakan rekomendasi pengembangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan program nyata setiap destinasi.
Tantangan dan Upaya Penyelarasan Program
Walaupun program Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai memiliki keterkaitan dengan arah pembangunan nasional, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kontribusinya lebih optimal.
Pertama, pembinaan pemuda perlu menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap pelatihan, organisasi, dan kegiatan kewirausahaan. Kedua, pengembangan destinasi wisata perlu didukung oleh kualitas fasilitas, keterampilan pengelola, dan kemitraan dengan masyarakat serta pelaku usaha. Ketiga, promosi digital perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi. Keempat, program olahraga perlu memperhatikan pemerataan fasilitas dan kesempatan berpartisipasi bagi masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan program perlu memiliki indikator yang dapat diukur, seperti jumlah pemuda yang mengikuti pelatihan, perkembangan usaha yang dijalankan pemuda, pertumbuhan kunjungan wisatawan, keterlibatan UMKM lokal, partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, serta kondisi pengelolaan lingkungan di destinasi wisata.
Indikator tersebut dapat membantu pemerintah daerah mengevaluasi apakah program yang dilaksanakan menghasilkan perubahan nyata. Penetapan target angka tetap harus mengacu pada dokumen perencanaan, data dasar, dan kemampuan pendanaan daerah.
Keterkaitan Renstra Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai Tahun 2025–2029 dengan RPJPD Kota Dumai Tahun 2025–2045 menunjukkan bahwa pembangunan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pembinaan pemuda berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan olahraga mendukung kesehatan dan prestasi masyarakat, sedangkan pengembangan pariwisata dapat mendorong produktivitas ekonomi serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja.
Arah kebijakan tersebut sejalan dengan transformasi sosial dan transformasi ekonomi dalam RPJPN 2025–2045, terutama dalam peningkatan daya saing sumber daya manusia dan penguatan sektor ekonomi produktif. Namun, kontribusi program daerah tidak dapat dinilai hanya berdasarkan keberadaan program dalam dokumen perencanaan. Diperlukan pelaksanaan yang konsisten, indikator kinerja yang terukur, pemerataan manfaat, serta evaluasi terhadap hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan menyelaraskan program daerah dengan sasaran pembangunan nasional, Kota Dumai dapat memperkuat perannya dalam membangun generasi yang unggul, masyarakat yang sehat, dan perekonomian daerah yang produktif serta berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari fondasi pembangunan daerah menuju visi Indonesia Emas 2045.
