Mengintip Bencana Di Sekitar Kita

Syahmin Sukhairi
Data Analyst di Peuseunang Droe. Tertarik dengan isu-isu kemanusiaan. Pekerja sukarela untuk beberapa proyek bersumber terbuka.
Konten dari Pengguna
21 April 2024 16:19 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syahmin Sukhairi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Diantara banyak hal yang muncul di berita-berita belakangan ini adalah mengenai bencana di beberapa daerah di Indonesia. Mulai dari banjir yang hampir merata di banyak wilayah, tanah bergerak, gempa bumi, erupsi, dan lain sebagainya. Lokasinya juga sangat beragam, mulai dari Aceh hingga Papua. Seolah semua daerah sedang menggeliat sejenak karena pegal.
Sumber foto koleksi pribadi. Tenda bencana dari BPBD DKI Jakarta dengan latar belakang gunung Semeru.
Untuk beberapa daerah, ini sudah seperti acara tahunan yang terus berulang. Misalnya di Jakarta, warga di beberapa wilayah sudah terbiasa dengan banjir yang datang ketika hujan. Warga di beberapa lereng gunung berapi juga seperti sudah terbiasa dengan erupsi sehingga mereka tidak langsung mengungsi ketika ada peringatan dari pemerintah.
ADVERTISEMENT
Sejak dulu, sebenarnya rakyat Indonesia sudah mengakrabi bencana yang ada di sekitar mereka. Karena akrabnya dengan bencana, masyarakat kemudian mempersiapkan jalur evakuasi mandiri atau mendesain rumah ibadah yang juga merangkap sebagai tempat penampungan sementara ketika ada bencana. Selain itu juga mereka mewariskan banyak sekali peringatan dalam bentuk cerita rakyat. Kandungan ceritanya mengandung pesan mengenai apa yang harus dilakukan ketika ada bencana.
Salah satu cerita yang paling sering diangkat adalah smong, sebuah hikayat masa lalu yang berhasil menyelamatkan warga Simeulue, Aceh dari Tsunami Selat Sunda pada akhir Desember 2004 yang lalu. Kejadian yang konon merupakan bencana alam terbesar di masa modern itu malah tidak menimbulkan korban jiwa di Simeulue. Hal ini karena warga mengingat hikayat tersebut dan apa yang harus dilakukan ketika air laut surut setelah ada gempa besar di suatu wilayah.
ADVERTISEMENT
Saat ini untuk mendapatkan informasi mengenai bencana di sekitar kita tidak sesulit seperti pada masa lalu. Kita tidak perlu lagi menghafal berbagai cerita rakyat atau hikayat dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan kemajuan teknologi saat ini, dengan beberapa kali sentuhan di layar ponsel kemudian kita bisa langsung mengetahui potensi bencana yang ada di sekitar kita.
Pemerintah Indonesia sudah meluncurkan banyak sekali aplikasi untuk berbagai platform yang umum digunakan oleh masyarakat. Mulai dari aplikasi yang berbasis web, Android, hingga yang berbasis Apple.
Beberapa aplikasi yang bisa diakses oleh publik secara bebas adalah informasi mengenai cuaca dan gempa bumi yang disediakan oleh BMKG, erupsi gunung berapi dan tanah bergerak bisa dilihat di laman yang dikelola oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kebakaran Lahan yang disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ataupun bencana-bencana yang terkait dengan kesehatan bisa diakses dari laman Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Ada banyak lagi aplikasi yang disediakan oleh pemerintah untuk warganya.
Sumber foto: koleksi pribadi. Suasana tempat pengungsian di Kecamatan Candipuro tahun 2024.
Namun kita tidak perlu membuka semua aplikasi itu satu-persatu untuk melihat bencana apa saja yang ada di sekitar kita. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyediakan satu aplikasi yang bernama InaRisk untuk melihat resiko bencana apa saja yang ada di sekitar kita. Aplikasi ini bisa disebut dengan super app karena menggabungkan beberapa data bencana yang pernah terjadi sebelumnya di suatu wilayah dari beberapa sumber pemerintah.
ADVERTISEMENT
Misalnya, ketika seorang mahasiswa baru sedang mencari kos di dekat kampusnya atau akan berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya maka kita bisa melihat potensi bencana yang ada di sekitar tempat tersebut. Setidaknya ada lima jenis bencana yang bisa dilihat dari aplikasi ini yaitu banjir, banjir bandang, gempa bumi, letusan gunung berapi, atau tanah longsor.
Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memberikan informasi mitigasi untuk setiap resiko bencana yang ada di daerah tersebut. Misalnya apa yang harus dilakukan sebelum dan pada saat terjadi gempa bumi atau banjir.
Selain itu, aplikasi ini juga bisa memberikan peringatan ketika ada gempat bumi atau tsunami di daerah dekat pengguna. Hal ini sangat bermanfaat agar kita bisa langsung mengambil tindakan yang diperlukan untuk penyelamatan diri.
ADVERTISEMENT
Tapi pada akhirnya keputusan tetap akan kembali kepada kita, apakah akan tetap tinggal atau berlibur di daerah tersebut atau tidak. Keputusan ini tentu saja dipengaruhi berbagai unsur lain di luar resiko bencana tersebut, seperti misalnya keuangan atau transportasi.
Walaupun begitu, ketika kita memutuskan untuk tetap menyewa kamar kos atau berlibur ke suatu tempat, kita sudah tahu resiko bencana yang akan kita hadapi sebelumnya dan bagaimana cara mitigasinya.
Bencana memang tidak diharapkan, tetapi dengan pencegahan yang tepat maka kita bisa mengurangi dampaknya pada kehidupan kita.