Magang UMY Antara ITA dan HUT GTV: Dua Malam dengan Cerita Berbeda

Mahasiswa prodi Manajemen 24 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Syahra Anugerah Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama magang di MNC Digital Indonesia, saya mendapat dua kesempatan yang jarang dimiliki anak magang lainnya, yaitu menonton Indonesian Television Awards (ITA) pada Sabtu malam, 26 September 2026, dan merayakan HUT GTV pada 9 Oktober 2026. Keduanya acara besar, dan keduanya digelar pada malam hari. Tapi keduanya memiliki suasana yang berbeda, dan perbedaan itulah yang ingin saya ceritakan.
Di ITA, saya datang sebagai tamu yang diajak menonton. Sehari-hari, pekerjaan saya memantau program dan mengolah data. Malam itu, saya tidak ada di sana untuk mencatat apa pun. Saya melihat panggung, para penampil, pembawa acara dan suasana acara televisi yang biasanya hanya muncul di layar kaca. Rasanya seperti mengintip sisi lain dari industri tempat dimana saya magang.
Dua minggu kemudian, saya kembali lagi ke acara malam. Kali ini perayaan HUT GTV, yang dimulai pukul 19.00. Kalau ITA terasa seperti menyaksikan sebuah pertunjukan besar, HUT GTV terasa lebih personal buat saya. Alasannya sederhana, ada musisi yang memang saya sukai, yaitu Kotak dan Bagindas. Di acara ini, saya tidak hanya melihat, tetapi juga ikut merasakan suasana yang berbeda. Saat Kotak membawakan lagu-lagu rock and roll dan penonton diminta berdiri, saya ikut menikmati lagu dan suasananya.
Dari dua malam itu, saya belajar bahwa dua acara yang sama-sama besar bisa memberi pengalaman yang sangat berbeda, tergantung posisi kita berada dan seberapa dekat kita dengan acaranya. Di ITA saya mengamati acaranya. Di HUT GTV saya menikmati acaranya. Keduanya sama-sama berharga, dan keduanya membuat pengalaman magang saya terasa lebih menyenangkan.
Sebagai anak magang yang sehari-hari bekerja di balik layar, dua malam itu mengingatkan saya pada satu hal. Setiap program yang saya pantau dan setiap data yang saya olah akhirnya digunakan di acara seperti ini, di depan penonton yang ingin terhibur. Melihat langsung bagaimana penonton menikmatinya membuat saya lebih memahami untuk siapa sebenarnya pekerjaan yang saya jalani ini.
Magang di MNC ternyata bukan hanya soal tugas harian. Kadang, pelajaran terbaik datang dari dua malam perayaan yang suasananya berbeda.
oleh: Syahra Anugerah Ramadhani Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
