Magang UMY di MNC Digital: "Kok Jam Masuknya Beda-beda, Ya?"

Mahasiswa prodi Manajemen 24 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syahra Anugerah Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pukul 08.00 kurang sedikit, saya sudah duduk manis di kelas. Begitulah rutinitas yang saya lakukan selama berkuliah. Jam mulai kuliah yang sudah pasti, semua orang berusaha datang tepat waktu, dan pulang pun bersamaan begitu kelas selesai.
Karena itu, saat pertama kali magang di MNC Digital, saya membayangkan hal yang sama. Saya kira semua orang akan datang dan pulang di jam yang sama.
Ternyata saya keliru.
Di minggu awal-awal magang, saya mulai memperhatikan hal yang janggal. Ketika saya sampai di kantor, sebagian orang sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya. Sebagian lagi baru datang sekitar pukul 10.00 atau 11.00. Bahkan ada yang baru datang sekitar pukul 13.00, saat saya sudah mulai sibuk dengan tugas yang diberikan mentor.
Dalam hati saya bertanya, "Kok jam masuknya beda-beda, ya?"
Rasa penasaran itu baru terjawab setelah saya menjalani magang dalam waktu kurang lebih sebulan terakhir. Jam masuk memang tidak sama, tetapi durasi kerjanya sama. Setiap orang tetap bekerja sekitar sembilan jam. Yang datang pagi pulang lebih awal, yang datang siang pulang lebih malam. Jam pulang mereka bergeser mengikuti jam masuknya.
Suasana kantor jadi terasa lebih unik. Saat saya sudah bersiap untuk pulang, masih ada karyawan yang baru memulai harinya untuk bekerja. Kantor seolah tidak pernah benar-benar kosong, selalu ada yang datang dan selalu ada yang pergi.
Sekilas, sistem ini memang terdengar seperti memberikan kebebasan. Tapi semakin lama saya perhatikan, semakin jelas bahwa fleksibel bukan berarti sesuka hati. Tanggung jawab tetap jalan. Durasi kerja tetap harus dipenuhi. Pekerjaan tetap harus selesai. Yang dipercaya oleh lingkungan ini adalah tanggung jawab setiap orang dalam mengatur waktunya.
Pelan-pelan, saya pun mulai terbiasa dengan ritmenya. Hari-hari saya diisi riset program, cleaning data, menjalankan Daily Report, dan monitoring program Idolyfe. Meski orang-orang di sekitar saya datang dan pergi di jam yang berbeda-beda, semua tugas tetap harus selesai sesuai dengan kebutuhan.
Dari sinilah saya belajar sesuatu yang tidak pernah saya dapat di ruang kuliah. Dunia kerja ternyata tidak selalu sama seperti yang saya bayangkan. Ada tempat yang memberi keleluasaan, tetapi keleluasaan itu datang bersama dengan aturan dan tanggung jawab.
Dari urusan soal jam masuk dan jam pulang, saya menemukan satu pelajaran yaitu fleksibilitas dalam bekerja tetap membutuhkan kedisiplinan. Bukan soal siapa yang datang paling pagi atau pulang paling sore, tetapi siapa yang mampu bertanggung jawab atas waktu dan pekerjaannya sendiri.
