Konten dari Pengguna

Semakin Sering Scroll, Semakin Sulit Merasa Cukup

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syahra Salwanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pexels/Leila Abboud
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pexels/Leila Abboud

Pernahkah kamu membuka media sosial beberapa menit, tetapi setelah menutupnya justru merasa hidup tertinggal jauh? Padahal sebelumnya semuanya terasa baik-baik saja. Perasaan itu muncul karena kita melihat begitu banyak potongan kehidupan orang lain yang tampak sempurna.

Media sosial memang memudahkan kita untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, tanpa disadari, media sosial juga membentuk kebiasaan membandingkan diri. Kita melihat pencapaian karier, hubungan, atau gaya hidup orang lain, lalu mulai mempertanyakan kehidupan sendiri.

Masalahnya, yang kita lihat di layar hanyalah bagian terbaik dari kehidupan seseorang. Jarang ada yang mengunggah kegagalan, rasa lelah, atau masalah yang sedang dihadapi. Akibatnya, kita membandingkan kehidupan nyata yang penuh kekurangan dengan versi paling indah dari kehidupan orang lain.

Kebiasaan ini membuat rasa cukup semakin sulit ditemukan. Ketika berhasil mencapai sesuatu, selalu ada orang lain yang tampak lebih sukses. Saat itulah media sosial perlahan berubah dari tempat berbagi menjadi tempat mencari validasi. Jumlah suka, komentar, dan pengikut sering kali dijadikan ukuran kebahagiaan dan harga diri.

Tentu media sosial bukanlah musuh yang harus dijauhi. Yang perlu diubah adalah cara kita menggunakannya. Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk belajar, mendapatkan inspirasi, dan menjaga hubungan, bukan sebagai tolak ukur keberhasilan hidup.

Hidup bukanlah perlombaan untuk terlihat paling sempurna di internet. Merasa cukup bukan berarti berhenti berkembang, melainkan mampu menghargai apa yang telah dimiliki sambil terus berusaha menjadi lebih baik. Semakin sering kita membandingkan diri dengan orang lain, semakin sulit kita menemukan kebahagiaan dalam hidup sendiri.