Konten dari Pengguna

Balikan Yuk...

Syaifur Rizal

Syaifur Rizal

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syaifur Rizal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sayang,

bawalah aku lagi pada petualangan nasi goreng yang seolah kitalah yang paling kaya raya. Dengan segenggam lombok yang dengan ringannya kau tabur dan aku berpura-pura tidak tahu bahwa nasi, bawang, brambang, minyak, lombok, dan gas 3kg itu milik kawan-kawan mahasiswamu.

Sayang,

jadikanlah lagi aku sebagai orang paling penting ketimbang bapak ketua RT, RW, dan bahkan seluruh perangkat desa tempatmu KKN tahun itu. Secangkir kopi instan bermerk kapal yang memiliki api menjadi begitu mewah dengan uap mengepul di teras. Kita berdua duduk menikmati sore dan kawan-kawan mahasiswamu yang ribut menjadi panitia arisan ibu-ibu se-RT. Indah.

Sayang,

semua orang tahu dan mereka tak akan marah. Saat itu kita baru jadian, mereka mengerti itu. Tak akan ada yang membantah bahwa saat itu dunia milik kita berdua, berdua saja.

Sayang,

tiga tahun sudah berlalu (atau mungkin empat?). Sudah terlalu panjang spasi yang tercipta dari kata "rindu" terakhir yang tertuliskan. Apa kau tidak merasa sia-sia jika berhalaman-halaman kertas A4 habis percuma hanya untuk sebuah spasi? Dosen pembimbing skripsi se-Indonesia Raya pasti bakal marah sekali. Bahkan menteri pendidikan jika tahu hal ini dia tentu akan mengundurkan diri dan beralih profesi.

Sayang,

ayolah, sini dong...