Konten dari Pengguna

Salah Perencanaan, Salah Rekrutmen: Pentingnya SDM bagi Perusahaan

Larin Syakarina

Larin Syakarina

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Larin Syakarina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Ilustrasi Perencanaan SDM dalam Organisasi
‎Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Ilustrasi Perencanaan SDM dalam Organisasi ‎Sumber: Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), 2026.

Pernah nggak kamu mendengar cerita bahwa ada perusahaan yang segera merekrut karyawan baru, tapi beberapa bulan kemudian si orang itu resign atau bahkan dipaksa dikeluarkan karena "akhirnya ternyata nggak cocok"? Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di dunia kerja. Banyak perusahaan, baik yang masih baru maupun yang sudah besar, seringkali masih terjebak dalam siklus yang sama, yaitu merekrut karyawan secara reaktif, hanya karena ada posisi yang kosong dan harus segera diisi, tanpa ada perencanaan yang matang sebelumnya. ‎ ‎Padahal, masalahnya sering kali tidak terletak pada proses pemilihan kandidat, melainkan pada tahap yang jauh lebih awal, yaitu perencanaan sumber daya manusia (SDM) itu sendiri.

Ketika Rekrutmen Jadi "Pemadam Kebakaran" ‎ ‎Banyak perusahaan menganggap rekrutmen sebagai cara cepat untuk menyelesaikan masalah ketika ada kebutuhan yang mendesak. Tim resign mendadak, target bisnis naik, atau ada proyek baru yang harus segera dijalankan, lalu HRD diminta mencari orang dengan segera. Situasi seperti ini membuat proses rekrutmen berjalan seperti kebakaran yang harus segera dipadamkan, bukan sebagai rencana jangka panjang. ‎ ‎Akibatnya, banyak keputusan perekrutan diambil secara terburu-buru. Kualifikasi kandidat sering diabaikan hanya untuk memenuhi batas waktu. Proses wawancara jadi lebih singkat dari seharusnya. Tidak jarang, deskripsi pekerjaan yang diberikan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan di lapangan. ‎ ‎Ketika karyawan yang dipekerjakan tidak sesuai dengan harapan, perusahaan akan mengalami beberapa kerugian. Misalnya, biaya yang sudah dikeluarkan untuk mencari dan mempekerjakan karyawan tersebut, waktu yang terbuang untuk melatih karyawan, serta dampak negatif terhadap kinerja tim karena tim harus beradaptasi lagi dengan orang baru.

Perencanaan SDM, Fondasi yang Sering Diabaikan ‎ ‎Perencanaan SDM sebenarnya adalah proses yang cukup sederhana, yaitu memastikan perusahaan memiliki orang yang tepat, dalam jumlah yang tepat, dengan keterampilan yang tepat, pada waktu yang tepat. Namun dalam kenyataannya, proses ini sering diabaikan saja. ‎ ‎Banyak perusahaan lebih mengutamakan target bisnis dalam jangka pendek, sementara perencanaan karyawan sering dianggap sebagai pekerjaan administratif yang bisa ditunda dulu. Padahal, tanpa perencanaan yang jelas, perusahaan selalu berada dalam kondisi yang harus merespons masalah, bukan mencegahnya sejak awal. ‎ ‎Perencanaan SDM yang baik seharusnya mencakup beberapa hal penting dasar. Pertama, proyeksi kebutuhan tenaga kerja didasarkan pada arah pertumbuhan bisnis, bukan hanya untuk mengisi posisi yang kosong. Kedua, mengenali kemampuan yang sudah dimiliki oleh tim saat ini, sehingga perusahaan dapat mengetahui dengan jelas kekurangan keterampilan apa yang perlu diperbaiki. Ketiga, menganalisis pola pemutusan hubungan kerja karyawan, sehingga perusahaan dapat mempersiapkan kebutuhan perekrutan sebelum posisi tersebut benar-benar lowong. ‎ ‎Mulai dari Mana? ‎ ‎Membangun perencanaan sumber daya manusia yang baik tidak selalu dimulai dengan sistem yang sangat rumit. Langkah paling mudah adalah mulai menyelaraskan rencana tenaga kerja dengan rencana bisnis perusahaan secara rutin, bukan hanya ketika ada kebutuhan mendadak. ‎ ‎Perusahaan juga harus terbiasa melakukan pengecekan rutin terhadap struktur organisasinya, mengetahui siapa saja yang mungkin akan meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat, serta menemukan posisi-posisi penting yang perlu diisi lebih dini. Dengan begitu, ketika ada kebutuhan untuk merekrut karyawan, perusahaan tidak lagi merasa terburu-buru. ‎ ‎Akhirnya, mencari kandidat yang tepat selalu dimulai dari perencanaan yang matang. Kesalahan dalam memilih pegawai jarang terjadi sendirian, biasanya menunjukkan adanya masalah dalam perencanaan sumber daya manusia sejak awal. Perusahaan yang ingin berkembang secara berkelanjutan harus memahami bahwa investasi dalam perencanaan SDM bukan hanya urusan administratif semata, melainkan dasar penting yang menentukan kualitas tim di masa depan. ‎