Pengaruh Tren Healing terhadap Pola Pengeluaran Generasi Z

Mahasiswa Program Studi Akuntansi di Universitas Pamulang yang memiliki ketertarikan pada bidang akuntansi, ekonomi, dan perkembangan generasi muda.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syakilla Septia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perkembangan media sosial membuat berbagai tren gaya hidup

semakin mudah menyebar, salah satunya adalah tren “healing”. Istilah healing sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk beristirahat, menghilangkan kejenuhan, atau membuat diri merasa lebih nyaman. Di kalangan Generasi Z, healing sering dilakukan dengan jalan-jalan, mencoba makanan baru, nongkrong, menonton konser, hingga staycation.
Di satu sisi, healing dapat memberikan manfaat karena seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat dari aktivitas sehari-hari. Namun, di sisi lain, kegiatan tersebut dapat memengaruhi pengeluaran jika dilakukan terlalu sering atau hanya karena mengikuti tren. Media sosial juga dapat membuat seseorang tertarik mencoba kegiatan yang sama setelah melihat pengalaman orang lain.
Oleh karena itu, penting untuk melihat bagaimana tren healing dapat memengaruhi pola pengeluaran Generasi Z dan bagaimana cara menikmati healing tanpa mengganggu kondisi keuangan.
Tren Healing dan Generasi Z
Generasi Z merupakan kelompok yang cukup dekat dengan teknologi dan media sosial. Informasi mengenai tempat wisata, restoran, kafe, konser, dan berbagai kegiatan lainnya dapat dengan mudah ditemukan melalui media sosial. Hal tersebut membuat tren healing semakin cepat berkembang.
Healing sebenarnya tidak harus selalu dilakukan dengan mengeluarkan banyak uang. Beristirahat di rumah, melakukan hobi, berolahraga, atau berkumpul dengan keluarga juga dapat menjadi bentuk healing. Namun, media sosial terkadang membuat healing lebih sering dikaitkan dengan kegiatan yang membutuhkan biaya.
Pengaruh Healing terhadap Pengeluaran
Tren healing dapat membuat pengeluaran Generasi Z meningkat, terutama untuk kebutuhan hiburan dan pengalaman. Misalnya, seseorang mengeluarkan uang untuk transportasi, makanan, tiket tempat wisata, atau penginapan ketika melakukan healing.
Jika dilakukan sesekali dan sudah direncanakan, pengeluaran tersebut masih dapat dikendalikan. Namun, jika dilakukan terlalu sering, pengeluaran kecil yang berulang dapat menjadi cukup besar. Keinginan untuk mengikuti tempat atau kegiatan yang sedang viral juga dapat membuat seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
Penelitian mengenai perilaku konsumtif Generasi Z menunjukkan bahwa gaya hidup dan media sosial dapat menjadi faktor yang mendorong perilaku konsumtif. Keinginan mengikuti tren atau FOMO juga dapat membuat seseorang lebih mudah melakukan pengeluaran.
Dampak Positif dan Negatif
Tren healing memiliki dampak positif jika dilakukan secara wajar. Healing dapat membantu seseorang mengurangi kejenuhan, menikmati waktu luang, dan memberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas yang disukai.
Namun, jika dilakukan secara berlebihan, healing dapat menyebabkan pengeluaran menjadi tidak terkontrol. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan utama atau ditabung bisa digunakan untuk mengikuti tren. Oleh karena itu, Generasi Z perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pengeluaran.
Cara Mengatur Pengeluaran
Agar tetap bisa melakukan healing tanpa mengganggu kondisi keuangan, Generasi Z dapat membuat anggaran khusus untuk hiburan. Selain itu, penting untuk menentukan batas pengeluaran dan tidak mudah mengikuti tren hanya karena melihatnya di media sosial.
Healing juga tidak harus mahal. Kegiatan sederhana seperti olahraga, menonton film di rumah, membaca, melakukan hobi, atau berkumpul bersama orang terdekat dapat menjadi pilihan yang lebih hemat.
Tren healing dapat memberikan manfaat bagi Generasi Z sebagai salah satu cara untuk beristirahat dan mengurangi kejenuhan. Namun, tren ini juga dapat memengaruhi pola pengeluaran karena banyak kegiatan healing membutuhkan biaya. Media sosial dan keinginan mengikuti tren dapat semakin mendorong pengeluaran yang tidak direncanakan.
Oleh karena itu, healing tetap dapat dilakukan selama disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Dengan membuat anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak mudah mengikuti tren, Generasi Z dapat menikmati healing tanpa mengorbankan kebutuhan utama dan tabungan.
