Konten dari Pengguna

Pembenahan Market Place BUMDESA Ngudi Sejahtera Ngunut, Tulungagung

Nanda Daffa Farros

Nanda Daffa Farros

Mahasiswa Akuntansi UMM

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nanda Daffa Farros tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wabah virus COVID-19 masih belum berakhir, solusi yang tepat untuk mengurangi tingginya angka COVID-19 yaitu dengan meningkatkan protokol kesehatan. Wabah COVID-19 berdampak pada kondisi perekonomian di Desa Ngunut, Tulungagung. Dampak tersebut membuat pelaku UMKM di Desa Ngunut mengalami penurunan pendapatan. Oleh sebab itu, kami mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 8 gelombang 14 yang didampingi oleh Ibu Sri Wahyuni Latifah, MM.Ak, CA akan merealisasikan program kerja kelompok dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa atau disebut PMM.

Pada awalnya PMM ini disebut dengan KKN, akan tetapi dikarenakan wabah COVID-19 tak kunjung selesai, DPPM mengganti nama KKN menjadi PMM. PMM merupakan kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa UMM baik secara perorangan maupun berkelompok yang memiliki tujuan memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai dengan peraturan UMM dalam melakukan PMM. Kelompok 8 gelombang 14 merupakan PMM dengan skema PMM Bhaktiku Negeri. PMM Bhaktiku Negeri bisa diprogram oleh mahasiswa UMM kapan pun dan tidak perlu menunggu setiap semester. Untuk pemilihan lokasi PMM sendiri mahasiwa bisa menentukan sendiri dengan menyatakan alasan di dalam proposal yang akan dikirim kepada DPPM.

Kami mahasiswa UMM kelompok 8 gelombang 14 memiliki program kerja yaitu pembenahan market place BUMDesa Ngudi Sejahtera melalui situs online shop seperti Instagram, Shopee, Facebook, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan Tokopedia. Program kerja yang lain yaitu mengadakan bantuan sosial kepada pekerja pinggir jalan daerah Desa Ngunut dan pembuatan modul excel untuk UMKM yang bertujuan agar pencatatan keuangan UMKM lebih efektif serta meminimalisir kesalahan pencatatan. BUMDesa Ngudi Sejahtera didirekturi oleh Bapak Joko Ibrahim, pembenahan market place tersebut sudah disetujui oleh beliau.

Pembenahan mulai dengan mendokumentasikan produk-produk baru BUMDesa Ngudi Sejahtera. Produk-produk BUMDesa diproduksi oleh masyarakat lokal desa Ngunut, produk-produk tersebut merupakan produk peralatan rumah tangga. Contohnya seperti panci berbagai macam ukuran, wajan dengan berbagai macam diameter, cobek dari ukuran kecil hingga besar yang terbuat dari batu, sandal ban karet, tatakan kompor, pisau berbagai macam ukuran dan jenis bahan, dan masih banyak lainnya.

Setelah mendokumentasikan produk-produk tersebut, kami kelompok 8 dibantu kelompok 48 yang sama-sama melakukan PMM di desa Ngunut melanjutkan kegiatan pembenahan yaitu melakukan pengeditan dan menempelkan watermark pada foto produk BUMDesa yang akan di publish ke media sosial. Langkah selanjutnya yaitu mencocokan foto pada media instagram dengan Shopee, selain mencocokan foto kami juga melakukan pengecekan harga agar tidak ada perbedaan antara media sosial satu dengan yang lainnya.

Langkah berikutnya adalah mengupload foto-foto produk BUMDesa yang sudah diedit dan sudah dicocokkan harganya. Hal tersebut bertujuan untuk memperbarui foto-foto produk BUMDesa yang ada di media sosial instagram agar lebih menarik pelanggan. Kami kelompok 8 berharap BUMDesa Ngudi Sejahtera mengalami peningkatan penjualan produk-produk tersebut dengan adanya pembenahan market place berbasis digital melalui media sosial.

Mencocokan foto dan pembenahan harga produk BUMDesa diinstagram dengan shopee.