60% Milenial Belum Tentukan Pilihan Capres, Ada di Buku Republik Anak Muda

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) - Konsultan - Mhs S3 MP Unpak - Pendiri TBM Lentera Pustaka
Konten dari Pengguna
31 Oktober 2023 10:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Sebagai realisasi menulis untuk jurnalistik, mahasiswa Semester 7 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unindra siap meluncurkan buku pilpres berjudul “Republik Anak Muda”. Pesannya, memilih pemimpin itu sibuk mencari jalan untuk memperbaiki diri bukan berdebat atau mengeluhkan keadaan. Rencananya, buku ini akan diluncurkan di Festival Literasi Gunung Salak #6 TBM Lentera Pustaka, Minggu 19 Nov 2023.
ADVERTISEMENT
Ternyata, buku ini pun mengungkap. Ada 60% kaum milenial dan Gen Z belum tentukan pilihan, siapa capres-cawapres yang akan dicoblos. Di mata anak muda, hiruk pikuk capres-cawapres hanya komoditas politik semata. Belum mewakili aspirasi generasi muda untuk bangsa Indonesia yang lebih baik.
Buku kumpulan jurnalisme data dengan 71 mahasiswa yang “bertugas” jadi wartawan ini merupakan hasil liputan dan wawancara tentang pandangan anak-anak muda terkait pilpres- capres cawapres yang ada. Diterbitkan oleh Lovrinz Publishing, buku pilpres ini setidaknya memberi pesan pentingnya keterampilan menulis, di samping kemampuan investigatif kalangan muda.
Selain menyajikan data dan realitas jelanb Pilpres 2024, buku ini jadi bukti mahasiswa harus memahami cara kerja jurnalistik, di samping menjadikan jurnalistik dan media sebagai proses, keterampilan, dan profesi di masa depan. Mahasiswa harus mampu menjadikan jurnalistik sebagai media untuk berbagi peristiwa atas dasar data dan fakta, di samping menyajikan informasi yang layak. Di balik buku ini, mahasiswa belajar jurnalistik sambil menuliskan dan mempublikasikannya.
Buku pilpres "republik Anak Muda" siap launching 19 Nov 2023
Anak-anak muda pun bersikap. Hiruk-pikuk pilpres 2024 sudah menggema, tiga pasang capres-cawapres pun sudah berkobar. Euforia pilpres hanya komoditas politik semata. Terkadang, tidak masalah pencitraan baik di depan kamera tapi kelakuan busuk di hadapan rakyat. Sementara politisi tidak percaya atas ucapannya sendiri, kenapa rakyat begitu memercayainya. Maka di kalangan anak muda, kaum millenial dan Gen Z, politik dan pilpres bukan soal penguasa berikutnya. Tapi soal generasi berikutnya untuk republik anak muda. Apa dan bagaimana pilihan anak muda di pilpres 2024?
ADVERTISEMENT
Buku ini, mempertemukan antara teori dan praktik dalam jurnalistik, seperti dikatakan dalam buku “Jurnalistik Terapan” karya Syarifudin Yunus sekaligus dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik para mahasiswa yang menulis di buku ini. Sebuah sinergi teori dan praktik yang berujung pada karya jurnalistik. Harapannya, buku jurnalisme data “Republik Anak Muda” ini bermanfaat dan memberi inspirasi yang positif bagi pembacanya. Salam Jurnalistik!#RepublikAnakMuda #KuliahKurnalistik #TBMLenteraPustaka #MahasiswaUnindra