82% Lansia Bergantung pada Keluarga, Bulan Dana Pensiun Siap Digelar September

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Realitas kehidupan pensiunan di Indonesia masih menyisakan persoalan besar. Data BPS (2025) menyebut sekitar 82% penduduk lansia atau pensiunan masih bergantung secara finansial kepada anak atau anggota keluarga yang masih bekerja. Sementara itu, hanya sekitar 5% yang mampu hidup dari dana pensiun yang dipersiapkan secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa masa pensiun bagi sebagian besar masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menjadi fase kehidupan yang mandiri dan sejahtera, melainkan masih diwarnai ketergantungan ekonomi kepada keluarga.
Konsekuensinya, tingkat penghasilan pensiun (TPP) pensiunan di Indonesia tergolong sangat rendah. Banyak pensiunan hanya menerima pendapatan sekitar 10%–15% dari gaji terakhir, jauh di bawah rekomendasi tingkat penggantian penghasilan atau replacement ratio yang layak untuk menjaga keberlangsungan hidup setelah berhenti bekerja. Penurunan pendapatan yang drastis pada masa pensiun tentu dapat berdampak pada kualitas hidup lansia, sekaligus berpotensi menambah beban ekonomi bagi generasi produktif yang harus menopang orang tua dan keluarganya secara bersamaan.
Karena itu, Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa masa pensiun harus dipersiapkan sejak masih produktif. Menyiapkan pensiun tidak cukup dilakukan menjelang usia pensiun, tetapi membutuhkan perencanaan jangka panjang melalui kepesertaan program dana pensiun, tabungan, investasi, dan pengelolaan keuangan yang disiplin. Semakin dini seseorang mempersiapkan dana pensiunnya, semakin besar peluang untuk mempertahankan kemandirian finansial dan kualitas hidup pada hari tua.
OJK bersama TASPEN, ADPI, ADPLK, ASABRI, dan BPJS TK akan mencanangkan “Bulan Dana Pensiun” pada Minggu, 6 September 2026, pukul 06.00 -- 09.30 WIB di area Car Free Day (CFD) GBK - Sudirman, tepatnya berpusat di depan FX Sudirman. Acara akbar yang kali pertama digelar ini sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemangku kepentingan utama program pensiun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif, di samping meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun di Indonesia. Masyarakat umum yang hadir di area CFD juga dapat mengunjungi Pension Festival, sebuah pameran dan akses zona edukasi interaktif serta memanfaatkan layanan pojok konsultasi pensiun secara gratis guna mendiskusikan perencanaan masa depan bersama para ahli program pensiun. Ada pula mini talkshow bertajuk "Merencanakan Pensiun di Era Digital" dengan panel narasumber dari pakar keuangan serta public figure.
Nantinya, sepanjang bulan September 2026, seluruh pelaku program pensiun di Indonesia akan melakukan edukasi dan kampanye pentingnya mempersiapkan masa pensiun melalui Bulan Dana Pensiun 2026. Dan puncaknya, akan digelar "Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026" pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini Jakarta dengan tema "Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia". IPFS 2026 nantinya menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Bulan Dana Pensiun dan IPFS 2026 pada akhirnya akan menjadi gerakan bersama untuk mengubah cara pandang masyarakat: pensiun bukan akhir dari produktivitas, tetapi awal dari kehidupan baru yang harus dipersiapkan dengan baik. Saatnya meningkatkan kesadaran bahwa memiliki dana pensiun berarti menjaga martabat, kemandirian, dan ketenangan di hari tua. Dengan persiapan yang tepat, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan kepada anak dan keluarga, tetapi juga mewujudkan masa pensiun yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera. #BulanDanaPensiun #IPFS2026 #YukSiapkanPensiun #PekerjaDiHariTua
