Ada Anak Tidak Bisa Baca karena Tidak Ada Tempatnya

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada orang yang makan dulu sebelum bekerja. Ada pula yang bekerja dulu baru bisa makan. Begitu pula di dunia literasi. Ada anak yang bisa membeli buku lalu membacanya. Tapi ada anak yang baru bisa membaca buku bila disediakan tempatnya. Ternyata, sebegitu adilnya hidup dan dunia ini.
Karena itu, apapaun selagi baik dan bermanfaat Jalani prosesnya. Kerjakan sepenuh hati dan syukuri selapang hati. Jangan banyak mengeluh, sampai semuanya akan indah pada waktunya. Berhentilah menjelaskan diri kepada semua orang. Stop mengejar pengakuan. Bukan karena menyerah, melainkan karena sadar bahwa tidak semua orang datang untuk memahami. Ada yang hanya singgah sebentar, meninggalkan pelajaran, lalu melanjutkan perjalanannya. Dan itu tidak apa-apa.
Ketahuilah, orang yang membenci kita akan tetap mencari kesalahan. Dan orang yang menghargai tidak membutuhkan penjelasan apapun. Maka jangan lagi menghabiskan energi untuk meyakinkan semua orang. Sebab kita tidak bisa mengontrol apapu di luar kendali kita. Dan kita, tidak akan pernah mampu menyenangkan semua orang.
Fakta yang sering terjadi adalah kerja bagus kita selama setahun selalu dianggap sudah kewajiban. Tapi satu kesalahan kecil kita hari Senin akan dibahas sampai hari Jumat. Realitas itu ada di dekat kita dan terus berulang. Maka tetaplah jadi diri sendiri tanpa kehilangan ketenangan hanya untuk mendapatkan pengertian dari mereka yang memang tidak berniat mengerti.
Mulai hari ini, jangan lagi habiskan waktu hanya untuk takut dan cemas pada apa yang dikatakan orang lain. Jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Karena hidup ini tidak ada yang tahu sampai kapan. Selagi masih diberi kesempatan, nikmati, syukuri, dan jalani hidup dengan sebaik-baiknya. Teruslah berbuat baik dan menebar manfaat di mana pun.
Percayalah, apa yang menjadi takdir kita pasti akan mencari jalannya sendiri. Tenanglah skenario Tuhan selalu lebih rapi dari rencana manusia manapun. Toh, pada akhirnya bukan seberapa terkenal kita. Tapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita sebarkan kepada sesama. Begitulah spirit relawan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Salam literasi!
