Konten dari Pengguna

Banyak Pekerja Lupa Pentingnya Masa Pensiun, Kenapa?

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bisa jadi, banyak pekerja tidak siap pensiun. Karena masa pensiun merupakan fase kehidupan yang sering kali diiringi oleh berbagai perubahan, termasuk berkurangnya interaksi dengan rekan kerja yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. saat pensiun, kita akan menyadari bahwa hidup memang menghadirkan orang-orang yang datang dan pergi. Kepergian rekan kerja, perubahan lingkungan sosial, atau berakhirnya peran profesional bukanlah sesuatu yang harus disesali secara berlebihan. Justru, hubungan yang terjalin dengan tulus selama masa bekerja akan meninggalkan kenangan dan nilai yang bermakna, jauh lebih berharga daripada hubungan yang hanya didasarkan pada kepentingan sesaat.

Ketika memasuki masa pensiun, kualitas hubungan sosial menjadi lebih penting daripada kuantitasnya. Seseorang tidak lagi membutuhkan banyak teman atau relasi sekadar untuk mendukung karier, melainkan membutuhkan orang-orang yang dapat menerima dirinya apa adanya. Teman yang tulus akan tetap hadir meskipun status pekerjaan telah berubah. Mereka tidak menuntut seseorang untuk menjadi pribadi yang berbeda, melainkan memberikan dukungan, penghargaan, dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan setelah pensiun. Oleh karena itu, masa pensiun dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan yang lebih autentik dan bermakna.

Siapapun saat pensiun, diajarkan bahwa kebahagiaan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada orang lain. Selama masa bekerja, banyak orang mengaitkan kebahagiaan dengan jabatan, pangkat, pengakuan, atau lingkungan kerja. Namun setelah pensiun, sumber kebahagiaan perlu dibangun dari dalam diri sendiri. Mengembangkan hobi, menjaga kesehatan, mempererat hubungan keluarga, serta tetap aktif dalam kegiatan sosial atau komunitas dapat menjadi cara untuk menciptakan kehidupan yang bermakna. Sebab kebahagiaan tidak lagi ditentukan oleh faktor eksternal, tetapi oleh kemampuan seseorang dalam mensyukuri dan mengelola kehidupannya hingga hari tua.

Karenanya, masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan awal dari babak baru yang memberi ruang untuk mengenal diri lebih dalam. Kepergian orang-orang tertentu, perubahan peran sosial, dan berkurangnya aktivitas kerja adalah bagian alami dari proses kehidupan. Yang terpenting adalah tetap menjaga hubungan yang tulus, menerima perubahan dengan lapang dada, dan menyadari bahwa kebahagiaan merupakan tanggung jawab pribadi. Agar masa pensiun dapat dijalani dengan lebih tenang, bermartabat, dan penuh makna.

Sayangnya banyak pekerja hari ini belum mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Faktnya, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap pensiun atau berhenti bekerja. Maka kesadaran untuk merencanakan masa pensiun jadi penting dilakukan. Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Untuk menjaga standar hidup dan kesinambungan penghasilan di hari tua, di samping tidak merepotkan anak atau keluarga di hari tua.

Banyak pekerja lupa pentingnya masa pensiun bahagia

Di era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital (mendaftar secara online). Agar kita sebagai pekerja bisa lebih mudah akses, transparan, dan layanannya cepat. Peserta DPLK harus terlibat aktif untuk mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat. Tapi juga bisa aktif memantau akumulasi dana dan mengelola perencanaan pensiun secara digital. Untuk bisa mendaftar DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses pekerja (formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).

DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di Indonesia. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK. Maka semakin muda seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pengembangan investasi yang diperolehnya.

Memamg hidup menghadirkan seseorang untuk datang dan pergi. Tapi setiap kepergian yang jujur lebih bermartabat daripada kehadiran yang palsu. Dalam hidup, kita tidak butuh terlalu banyak teman, cukup mereka yang berani menjadi diri sendiri, tanpa perlu membuat kita ikut menjadi orang lain. Orang lain bukanlah orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita, melainkan diri kita sendirilah yang harus bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan diri kita sendiri hingga hari tua nanti. #YukSiapkanPensiun

aplikasi DPLK SimPensiun