Bulan Dana Pensiun & IPFS 2026: Bahas Tren Pensiun Global

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai upaya mengkampanyekan program pensiun secara nasional, OJK bersama ADPI, ADPLK, PT. Taspen, PT. Asabri, dan BPJS Ketenagakerjaan siap menggelar “Bulan Dana Pensiun” sepanjang bulan September 2026. Kegiatan ini menjadi gerakan kolaboratif seluruh ekosistem penyelenggara program pensiun di Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif, di samping meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun di Indonesia.
Kegiatan Bulan Dana Pensiun akan dilakukan oleh seluruh pelaku program pensiun di Indonesia berbentuk kegiatan dan edukasi dan pensiun kepada masyarakat. Puncaknya, akan digelar “Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026” pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini Jakarta. Bertindak sebagai panitia adalah ADPI (Asosiasi Dana Pensiun Inodneisa) dan ADPLK (Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dengan tema “Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia”. IPFS 2026 nantinya menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Salah satu topik yang dibahas adalah “Tren Global dalam Keberlanjutan Pensiun: Kekuatan Ekosistem Terintegrasi”. Sebagai upaya mengupas dan memberikan perspektif global mengenai perkembangan sistem dana pensiun serta pelajaran yang relevan bagi Indonesia, di antaranya: tren pensiun global, penuaan populasi, keberlanjutan pensiun, praktik terbaik internasional, cakupan pensiun, dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Melalui bahasan ini, Indonesia dapat mengetahui tantangan terbesar yang dihadapi sistem dana pensiun di dunia, di samping cara-cara dalam meningkatkan kepesertaan dana pensiun.
Seperti diketahui, saat ini indeks literasi dana pensiun di Indonesia sebesar 27,79%, sedangkan tingkat inklusi tergolong redah di 5,37% (SNLIK, 2025). Angka ini jauh tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan secara nasional yang berada di atas 65% dan inklusi keuangan nasional di 80%. Sementara itu, jumlah peserta program dana pensiun di Indonesia baru mencapai 30,11 juta orang atau 20,33% dari total 147,67 juta pekerja di Indonesia. Komposisinya, sebagian besar merupakan peserta program wajib 16,65% = 24,59 juta peserta, sedangkan peserta dana pensiun sukarela hanya sebesar 3,68% = 5,43 juta peserta (OJIK, 2026). Karena itu, bulan dana pensiun dan IPFS 2026 menjadi pemting untuk diselenggarakan.
Inisiasi Bulan Dana Pensiun ini sekaligus menjadi momentum bersama untuk memajukan dana pensiun dan kepesertaan program pensiun di Indonesia. Sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di masa pensiun sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan nasional, dana pensiun memainkan peran penting untuk menjaga standar hidup orang Indonesia di hari tua seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, perubahan struktur demografi, perkembangan ekonomi digital, dan dinamika ekonomi global. #BulanDanaPensiun #LiterasiPensiun #IPFS2026
