Cermin Diri untuk Lebih Literat

Syarif Yunus
Dosen Unindra - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) - Konsultan - Mhs S3 MP Unpak - Pendiri TBM Lentera Pustaka
Konten dari Pengguna
29 Februari 2024 17:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Suatu kali kawan saya berpikir untuk evaluasi diri. Akibat masalah yang datang bertubi-tubi. Merasa ada yang salah dalam hidupnya. Merasa gagal dan ingin berubah menjadi lebih baik. Lebih sukses seperti orang lain. Niat yang luar biasa dan patut dihormati.
ADVERTISEMENT
Dimulailah evaluasi dirinya, dengan membaca buku-buku relijius dan motivasi, termasuk buku “The Seven Habits” Stephen Covey. Tapi setelah habis dibaca, kawan saya merasa tidak puas. Tidak menemukan jawaban untuk evaluasi diri, untuk sukses. Kenapa dan gimananya? Hingga dia terpikir untuk menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku yang dibacanya? Agar lebih puas dan mendapat jawaban konkret dari si penulis. Setelah semua masalahnya diceritakan, dia berkata, “Pak penulis, tolong ajarkan saya, kita praktis saya berubah dan menjadikan masalah sebagai jalan sukses”. Pak penulis pun menjawab, “Kalau Anda membaca buku saya dengan teliti dan menjalankan dengan nyata, tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses”. ”Maaf Pak penulis, saya sudah baca habis, Tapi tetap saja belum dapat rumus sukses”.
ADVERTISEMENT
Akhirnya Pak penulis berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan Anda dengan seseorang di dalam kamar itu. Biar dia yang memberi tahu Anda caranya sukses dalam hidup ini”. Dengan gembira, kawan saya pun berjalan menuju ke kamar itu. Maka kawan saya pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun, dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar itu. Yang ada hanya sebuah cermin besar. Lalu Pak Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang Anda cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses”. Kawan saya pun memandang cermin besar itu dengan lama dan suasana gelap. Yang ada hanya tampang dirinya sendiri.
Seketika itu juga kawan saya tersadar. Bahwa evaluasi diri, tekad untuk sukses ada pada dirinya sendiri. Bukan di orang lain, bukan di luar sana. “Terima kasih Pak penulis. Saya akan perbaiki diri, lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktikkan teori yang telah saya dapat dan pelajari. Agar bisa lebih baik dan sukses!”
ADVERTISEMENT
Maka cukup bercermin diri. Apapun keadaannya, apapun alasannya. Karena sejatinya, hanya diri kita sendiri yang bisa menolong apapun masalah kita. Orang lain punya masalah sendiri dan belum tentu bisa membantu. Bila tidak berani memulai dari diri sendiri maka sulit untuk bisa berbenah diri apalagi meraih sukses. Maka tetaplah ikhtiar yang baik, doa yang baik. Kerjakan semua yang harus dikerjakan, jangan rlbimbang soal apapun. Kendalikan diri untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat. Tinggalkan sifat dan perilaku buruk, jangan bergaul dengan orang-orang yang kerjanya keluh-kesah dan tidak jelas. Batasi diri dan berjuanglah sekuat tenaga, biarkan sabar dan syukur yang menyertai semuanya.
Amal jadi cermin diri
Berbenah diri dan sukses itu bukan teori. Tapi praktik dan ikhtiar karena setiap kita sudah dikaruniai kelebihan-kelebihan oleh Tuhan. Jadi, kita yang harus berani memperbaiki diri, mengembangkan diri dan meraih sukses itu. Terus bergerak apapun alasannya, jangan cengeng dan menggerutu kemana-mana. Tanpa ada kebaikan yang dikerjakan.
ADVERTISEMENT
Selalu memperbaiki diri dan tetap berbuat baik, itulah spirit yang dipegang pegiat literasi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Tetap komit dan konsisten dalam berbuat baik dan menebar manfaat di taman bacaan. Sebagai ladang amal semua orang. Insya Allah berkah dan sukses pasti menyertainya.
Maka bercerminlah pada diri sendiri, jangan bercermin pada orang lain. Karena mau seperti apa kita esok, tergantung diri kita sendiri dan Tuhan. Yuk bercermin diri, jangan kerjanya menyalahkan orang lain doang. Jadilah literat! Salam literasi #BacaBukanMaen #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka