Konten dari Pengguna

DPLK dan Hari Tua Pekerja

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak pekerja menganggap pensiun masih sangat jauh. Sering ditunda dan tidak tertarik membahasnya hari ini. Padahal, hari tua datang lebih cepat daripada yang dibayangkan. Kerja puluhan tahun tiba-tiba sebentar lagi akan pensiun. Saat masih produktif, masih ada gaji dan bisa menikmati berbagai fasilitas dari tempat kerja. Namun ketika memasuki masa pensiun, sumber penghasilan rutin bisa berhenti, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan. Maka wajar hari ini, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap pensiun atau berhenti kerja.

Terus terang, tanpa dana pensiun yang cukup, seseorang berisiko mengalami penurunan kualitas hidup dan harus bergantung kepada anak, keluarga, atau orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Persiapan dana pensiun sesungguhnya bukan tentang menjadi kaya di hari tua, melainkan tentang menjaga kemandirian finansial dan martabat hidup di hari tua. Banyak pensiunan yang tetap bahagia bukan karena memiliki harta berlimpah, tetapi karena memiliki penghasilan pensiun yang mampu membiayai kebutuhan dasar, biaya kesehatan, dan aktivitasnya di masa pensiun. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang selama masa kerja memperoleh penghasilan besar, tetapi mengalami kesulitan keuangan setelah pensiun karena tidak pernah menyisihkan dana secara khusus untuk masa depan. Alhasil, 8 dari 10 pensiunan di Indonesia akhirnya mengandalkan bantuan finansial dari anak-keluarga yang bekerja.

Mau tidak mau, masa pensiun memang harus disiapkan. Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Kuncinya bukan pada besarnya iuran, melainkan pada konsistensi dan waktu memulai. Semakin muda seseorang mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pengembangan investasi yang diperoleh. Uang yang disisihkan hari ini tidak hanya tersimpan, tetapi juga bertumbuh dari tahun ke tahun sehingga membentuk dana yang jauh lebih besar saat memasuki usia pensiun.

Lalu gimana caranya memulai nabung di DPLK? Tentu di era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses digital (mendaftar secara online). Agar kita sebagai pekerja bisa lebih mudah akses, transparan, dan layanannya cepat. Peserta DPLK harus terlibat aktif dalam mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat. Tapi juga bisa aktif memantau akumulasi dana dan mengelola perencanaan pensiun secara digital. Untuk bisa mendaftar DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen memberi kemudahan akses pekerja (formal dan informal) untuk membeli DPLK. Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).

Wujudkan masa pensiun yang bermartabat

DPLK SAM merupakan DPLK pertama yang berasal dari manajer investasi di Indonesia. Saat ini menyediakan produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu (pekerja formal dan informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti) dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan dukungan teknologi digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan akses pekerja/individu memiliki program DPLK.

Karena itu, setiap pekerja perlu memandang dana pensiun sebagai kebutuhan, bukan pilihan. Rumah, kendaraan, dan berbagai kebutuhan lainnya memang penting, tetapi kehidupan setelah berhenti bekerja juga harus dipersiapkan dengan serius. Masa pensiun yang nyaman tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten selama masa kerja. Menyiapkan dana pensiun sejak dini berarti memberi hadiah terbaik bagi diri sendiri: hari tua yang lebih tenang, sejahtera, dan tetap bermartabat tanpa harus menjadi beban bagi siapa pun.

Pada akhirnya, siapkan masa pensiun kita sendiri. Dari langkah kecil hari ini menuju ketenangan hari tua. Jangan hanya bekerja akhirnya lupa masa pensiun. Karena rahasia hari tua yang nyaman adalah “mulai nenabung pensiun sejak dini”. #YukSiapkanPensiun