Konten dari Pengguna

Gaji Habis Sebelum Waktunya, Kenapa Ya?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang kerja atau pekerja mengeluh. Katanya, gaji yang baru masuk tahu-tahu sudah habis. Tanggal belasan sudah pusing, katanya tidak punya uang. Tahu-tahu belum akhir bulan, saldo sudah kosobg. Begitudicek, angkanya bikin panik. Stres tiap bulan akibat saldo uang.

Kita sering lupa. Biasanya gaji atau uang cepat habis bukan cuma karena satu pengeluaran besar. Tapi akibat jajan kopi, cemilan, ongkir, atau nongkrong yag terus berulang. Uangnya kecil tapi setiap hari jadi besar pengeluarannya. Belum lagi saat ada kebutuhan mendadak yang akhirnya bisa menguras saldo. Akhirnya bilang, pengeluaran bulan ini susah dikontrol.

Gaji atau uang bulanan serung habis sebelum waktunya, kok bisa? Itulah pentingnya belajar mengatur uang sendiri. Mulai saja dari hal-hal sederhana: pisahkan uang untuk kebutuhan wajib bulanan, tentukan berapa jatah mingguan, batasi uang jajan yang kecil tapi berulang, berani sisihkan dana cadangan, dan catat tuap pengeluaran sekecil apa pun.

Namanya mengatur uang, nggak langsung sempurna. Pelan-pelan saja dan dimulai dari cara mengatur uang itu sendiri dan membagi pos pengeluaran secara disiplin. Janga nasal “keluar” tanpa tahu untuk apa dan seberapa penting? Urusan uang itu sederhana, harus tahu uang kita pergi ke mana dan masih punya “pegangan” berapa sampai akhir bulan?

Berdasarkan survei ke banyak pekerja, apalagi anak kost. Banyak alasan yang jadi sebab gaji atau uang bulanan habis sebelum waktunya. Belum sampai akhir bulan, saldo uang tinggal kenangan. Ternyata, ada lima kondisi soal uang di pekerja:

1. Gaji atau uang baru masuk, langsung merasa kaya. Lupa, kalau saldo yang terlihat banyak itu bukan berarti harus dihabiskan. Jutsru, tiap habis gajian pisahkan dulu: kebutuhan wajib bulanan, dana cadangan, dan dana bebas pakai. Masing-masing berapa?

2. Jatah minggu depan ikut terpakai. Uang itu ada alokasinya, untuk apa dan kapan dipakai? Maka harus disiplin memakai uang sesuai jatahnya, Minggu ini berapa dan minggu depan berapa? Jangan sampai minggu pertama habis gajian bahagia, begitu minggu ke-3 atau ke-4 sudah menderita lalu cari utangan.

3. Hati-hati, pengeluaran receh itu sering bikin boncos. Jajan kopi, cemilan, ongkir hingga jajanan yang dianggap kecil bila dilakukan berulang atau sering ternyata besar nilanya, besar pengeluarannya. Sebut saja kopi Rp. 15.000 x 30 hari = Rp450.000. Belum lagi cemilan atau ongkir belanja online. Kita sering lupa, yang bikin boncos keuangan itu bukan transaksi besar tapi jajan kecil yang berulang-ulang.

Gaji habis sebelum waktunya

4. Bingung saat ada kebutuhan mendadak tapi uangnya nggak ada. Tiba-tiba sakit tapi harus beli obat. Atau orang tua butuh bantuan dana tapi kita pas nggak punya uang, nyesek banget. Dana cadangan itu bukan uang jajan tambahan. Tapi jaga-jaga bila ada kebutuhan mendesak atau darurat. Jangan sampai ada masalah baru berpikir untuk menyisihkan uang cadangan, terlambat.

5. Akhirnya, nggak tahu uang habis ke mana? Setiap ditanya uangnya buat apa, dengan gampang bilangnya “buat kebutuhan bulanan”. Tapi begitu dicek, kita nggak tahu kebutuhan apa yang paling menghabiskan uang? Jangan sampai jajan yang berulang mengalahkan kebutuhan bulanan. Ingat, saldo itu harus dipantau, buat apa dan ke mana? Jangan cuma dicek pada saat mau bayar.

Makanya gaji atau uang bulanan habis sebelum waktunya, pastikan kita sudah lakukan 5 hal ini: 1) kebutuhan wajib bulanan sudah dipisahkan dulu, 2) jatah mingguan sudah ditentukan buat apa dan kapan?, 3) batas jajan sudah dibikin biar nggak ganggu kebutuhan lain, 4) dana cadangan sudah disisihkan, dan 5) tiap pengeluaran harus dicatat dan dievaluasi. Mana kebutuhan, mana keinginan?

Kita sering lupa, hemat itu perlu strategi. Bukan cuma niat dan ngomong doang. Nah kalau sudah dilakukan, semoga gaji atau uang bulanan nggak boncos lagi. Dan bila masih ada uang lebih, jangan lupa nabung untuk pensiun di dana pensiun seperti DPLK melalui aplikasi SimPensiun. Sebab siapapun yang bekerja, cepat atau lambat pasti akan pensiun. Selamat mengatur uang sendiri! #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DanaPensiun