Gaji Habis Tiap Bulan? Ini 3 alasan Pekerja Sulit Siapkan Dana Pensiun

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Katanya, banyak pekerja kesulitan menabung untuk hari tua karena pendapatannya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gajinya hanya cukup untuk biaya makan, transportasi, pendidikan, cicilan, hingga kebutuhan gaya hidup. Selain itu, rendahnya literasi keuangan, minimnya perencanaan jangka panjang, dan kecenderungan mengutamakan kebutuhan saat ini dibandingkan masa depan membuat kebiasaan menabung untuk masa pensiun jadi sering terabaikan.
Sulit nabung untuk masa pensiun, masih jadi problem utama di kalangan pekerja. Sebuah temuan menunjukkan 4 dari 10 pekerja tidak bisa menabung untuk hari tua selama masih bekerja. Setelah ditelusuri, survei membuktikan ternyata ada 3 (tiga) faktor penyebab yang jarang disadari pekerja sehingga kesulitan menabung di masa produktif, yaitu:
1. 50% pekerja gagal mengendalikan perilaku konsumtif. Akibat tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, terlalu mudah check out belanja online, dan membeli secara impulsif barang-barang yang tidak mendesak.
2. 30% pekerja gemar gaya hidup. Gaya hidup banyak pekerja melebihi kemampuan finansialnya. Terbuai dengan gemerlap gaya hidup agar terkesan keren dan hedon sekalipun tidak penting. Gaji naik, otomatis gaya hidup ikut naik.
3. 20% punya kebiasaan utang. Tidak sedikit pekerja yang memiliki utang konsumtif sehingga jadi beban finansial untuk membayar cicilan.
Ketiga hal penyebab pekerja sulit menabung di atas, sering kali berujung pada cara pandang “negatif” tentang kerja atau pekerjaan. Sehingga merasa gaji tidak cukup dan dampaknya produktivitas kerja menurun. Mulailah di situ muncul keluh-kesah, stress, dan merasa burnout terhadap pekerjaannya sendiri. Siklus pekerjaan yang “tidak kondusif” akhirnya jadi sebab frustrasi terhadap pekerjaannya sendiri.
Maka untuk mengatasi kesulitan menabung bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan, tetapi secara disiplin menekan perilaku konsumtif, mengurangi gaya hidup, dan menghindari utang secara kolektif. Sebab itu semua membuat pekerja jadi sulit menbung untuk masa pensiun dan menyumbang risiko kegagalan finansial di masa tua yang terbesar.
Akibatnya, ketika memasuki masa pensiun dan penghasilan rutin berhenti, pekerja yang tidak memiliki tabungan atau dana pensiun berisiko mengalami penurunan kualitas hidup, kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, bahkan bergantung pada anak atau keluarga. Mempersiapkan dana pensiun sejak dini melalui tabungan maupun program dana pensiun menjadi langkah penting agar masa pensiun tetap sejahtera, mandiri, dan bebas dari tekanan finansial. Sudah saatnya pekerja berpikir ulang, untuk menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari vs tabungan untuk hari tua.
Mungkin, kini saatnya pekerja siapkan tabungan untuk hari tua melalui dana pensiun digital "SimPensiun". #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
