Hidup Itu Sederhana, Kamu Malah Bikin Rumit?

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hidup itu sederhana. Sesederhana siapa pun yang ingin baik dan bahagia. Dan sederhana itu tidak ada hubungannya dengan kaya atau miskin. Tapi sederhana terletak pada akhlak, pada karakter manusianya.
Hidup sederhana. Yaitu “URUS SAJA URUSAN DIRI SENDIRI. TANPA PERLU MENGURUS URUSAN ORANG LAIN”. Maka jangan pernah mengukur sepatu orang lain dengan ukuran kaki kita. Jangan pernah mengukur kehidupan orang lain dengan ukuran hidup kita. Sederhana, kan?

Tapi, entah kenapa?
Hari ini, makin banyak orang yang terlalu mudah menghakimi orang lain. Terlalu gampang menilai orang lain. Terlalu gemar bergosip lalu percaya perkataan orang lain. Tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka yang gemar berlomba-lomba dalam keburukan.
Maka di taman bacaan, siapapun diingatkan. Bahwa tidak ada perbuatan baik yang sia-sia. Berlomba-lombalah dalam kebaikan, dalam amal saleh. Sekalipun hanya membaca buku atau belajar baca-tulis.
Berhati-hatilah dalam hidup. Jangan terburu-buru menghakimi orang lain. Karena, keadaan buruk itu sering kali datang dari pikiran yang buruk. Literat itu ketika kita berani berhenti menyalahkan orang lain. Dan mampu melihat kesalahan diri sendiri.
Jadi, hidup itu sederhana. Tapi pikiran kita yang sering bikin jadi rumit dan pelik. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #KampanyeLiterasi
