Inflasi vs DPLK, Apa Hubungannya?

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Uang Rp100.000 yang kita miliki hari ini, dengan asumsi inflasi 3% per tahun, daya belinya akan setara dengan sekitar Rp74.400 sepuluh tahun mendatang. Nominalnya memang tetap, tetapi barang dan jasa yang bisa dibeli semakin sedikit. Begitu pula uang Rp10.000.000 yang kita simpan hari ini, daya belinya sepuluh tahun lagi hanya setara dengan sekitar Rp7.440.000 saat ini. Inilah dampak inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus yang membuat nilai riil uang semakin menurun dari waktu ke waktu.
Coba bayangkan jika kondisi ini berlangsung selama puluhan tahun, terutama ketika kita memasuki masa pensiun. Biaya makan, listrik, transportasi, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari kemungkinan akan lebih tinggi dibandingkan saat ini. Sementara itu, penghasilan dari pekerjaan bisa berhenti atau berkurang ketika kita pensiun. Artinya, tantangan kita bukan sekadar memiliki uang saat pensiun, tetapi memastikan uang tersebut cukup untuk membiayai hidup selama masa pensiun yang bisa berlangsung belasan hingga puluhan tahun.
Karena itu, mengelola uang perlu dibagi berdasarkan tujuan dan jangka waktunya. Dana untuk kebutuhan sehari-hari dan keadaan darurat sebaiknya disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan. Namun, untuk kebutuhan jangka panjang seperti dana pensiun, kita perlu menyiapkan tabungan dan investasi yang dirancang untuk mengembangkan nilai uang dari waktu ke waktu. Salah satu pilihannya adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yang memungkinkan kita membangun dana pensiun melalui iuran secara berkala selama masih produktif.
Menabung di DPLK bukan hanya soal mengumpulkan uang untuk hari tua, tetapi juga menyiapkan sumber penghasilan untuk menopang kehidupan setelah tidak lagi bekerja. Iuran yang dilakukan secara rutin, ditambah hasil pengembangan investasi, dapat membantu membentuk dana yang akan digunakan saat pensiun. Semakin dini kita mulai dan semakin disiplin kita menyisihkan penghasilan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mengembangkan dana tersebut. Dengan begitu, kita memiliki persiapan yang lebih baik untuk menghadapi masa pensiun tanpa sepenuhnya bergantung pada keluarga atau mengandalkan sisa tabungan.
Namun, penting untuk diingat bahwa pertumbuhan dana pensiun perlu dilihat secara riil, yaitu dengan memperhitungkan inflasi dan biaya terkait. Misalnya, jika hasil investasi DPLK mencapai 5% dalam setahun, sedangkan inflasi sebesar 3%, pertumbuhan daya beli dana secara riil sekitar 1,94% sebelum memperhitungkan biaya lainnya. Hasil investasi DPLK tidak selalu tetap dan dapat berubah sesuai kondisi pasar serta pilihan investasinya. Karena itu, evaluasi secara berkala diperlukan agar persiapan dana pensiun tetap selaras dengan kebutuhan dan perkiraan biaya hidup di masa depan.
Menabung di DPLK adalah salah satu langkah untuk menjaga kesinambungan penghasilan ketika kita memasuki masa pensiun. Kita tidak bisa menghentikan inflasi, tetapi kita bisa mempersiapkan diri agar dampaknya tidak terlalu membebani kehidupan di hari tua. Jangan hanya bertanya, “Berapa banyak uang yang sudah saya kumpulkan?” Mulailah bertanya, “Apakah dana pensiun saya nanti cukup untuk membiayai hidup dengan layak?” Sebab, tujuan menyiapkan dana pensiun bukan sekadar memiliki uang, melainkan memastikan uang tersebut tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup ketika penghasilan dari pekerjaan sudah tidak lagi kita terima.
Jangan menunggu penghasilan besar untuk mulai menabung di DPLK. Mulailah dari jumlah yang sanggup disisihkan hari ini, lalu lakukan secara konsisten. Ketika masih produktif, kita memiliki kesempatan untuk mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dan memberikan waktu bagi dana tersebut untuk berkembang melalui investasi. Semakin dini kita mulai, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mempersiapkan masa pensiun. Menunda berarti kehilangan waktu berharga untuk mengumpulkan dan mengembangkan dana yang kelak kita butuhkan.
Sebab masa pensiun yang sejahtera tidak dibangun dalam semalam, tetapi dimulai dari keputusan kecil yang kita ambil hari ini. Jangan menunggu usia mendekati pensiun, jangan menunggu punya uang lebih, dan jangan menunggu sampai biaya hidup semakin mahal. Mulailah menabung di DPLK sekarang, sisihkan penghasilan secara rutin, dan tingkatkan iuran seiring bertambahnya kemampuan finansial. Sebab, kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi kita juga perlu menabung untuk memastikan kebutuhan esok tetap terpenuhi. Mulai DPLK hari ini, siapkan penghasilan untuk masa pensiun nanti! #EdukasiDPLK #YukSiapkanPensiun #DPLKSAM
