Inilah 5 Prioritas Investasi Masyarakat, Dana Pensiun No. 4

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menentukan prioritas investasi secara finansial sangat penting karena membantu seseorang mengalokasikan sumber daya yang terbatas ke tujuan yang paling mendesak dan bernilai tinggi. Dengan menetapkan prioritas, investor dapat menyesuaikan pilihan investasi dengan kebutuhan, jangka waktu, dan tingkat risiko yang mampu ditanggung, sehingga mengurangi kemungkinan salah mengambil keputusan. Selain itu, prioritas yang jelas membantu menjaga disiplin keuangan, memaksimalkan potensi hasil investasi, serta memastikan tujuan penting seperti dana darurat, pendidikan, pembelian rumah, atau dana pensiun dapat tercapai secara lebih terencana dan efektif.
Menyambut Bulan Dana Pensiun tahun 2026, ternyata diketahui hampir setengah dari generasi muda dan pekerja Indonesia mulai sadar hari tua. Faktanya ada berbagai prioritas finansial yang mendasari keputusan investasi bagi para pekerja, pengusaha, dan generasi muda di Indonesia. Data riset Populix (2024) menyebutkan prioritas utama pekerja, pengusaha, dan generasi muda Indonesia dalam melakukan investasi saat ini adalah 1) mempersiapkan dana darurat 68%, 2) menambah pendapatan 61%, 3) membeli aset 48%, 4) dana pensiun 46%, dan 5) dana pendidikan 40%. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya memiliki jaring pengaman finansial (dana darurat) dan mencari sumber pemasukan tambahan masih menjadi fokus paling dominan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Dana pensiun menempati prioritas ke-4 sebagai bagian menjaga kesinambungan pengghasilan saat tidak bekerja lagi.
Secara umum, setidaknya terdapat beberapa implikasi logis dalam perencanaan keuangan masyarakat Indonesia yaitu 1) prioritas pada likuiditas dan keamanan (dana rarurat & menambah pendapatan) sehingga masih memerlukan instrumen investasi yang aman, berisiko rendah, dan sangat likuid, 2) kebutuhan alokasi aset untuk jangka menengah dan jangka panjang (membeli aset, dana pensiun, dana pendidikan) agar memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi guna melawan inflasi, dan 3) pentingnya strategi diversifikasi karena tujuannya bisa jangka pendek dan jangka panjang.
Di sisi lain, prioritas investasi masyarakat Indonesia saat ini dihadapkan pada tiga hambatan utama seperti kurangnya literasi dan edukasi, keterbatasan finansial, dan minimnya akses digital. Namun sebagian besar responden menyatakan untuk mencapai tujuan investasinya diperlukan mekanisme digitalisasi atau akses digital daripada konvensional. Seperti di dana pensiun, masyarakat lebih menyukai saluran pendaftaran dan pembelian dana pensiun secara mandiri (seperti produk DPLK) melalui akses digital.
Maka, mulailah ber-investasi sesuai tujuan keuangan yang diharapkan. Kalau bukan kita, mau siapa lagi? Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi? #YuksiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
