Konten dari Pengguna

IPFS 2026: 91% Lansia Indonesia Jalani Hari Tua Tanpa Dana Pensiun

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asian Development Bank (ADB) menyebut adanya kesenjangan kesiapan pensiun yang sangat besar di Asia. Persentase lansia yang memiliki tabungan pensiun tercatat sekitar 87% di Tiongkok, 60% di Malaysia, 53% di Korea Selatan, 28% di Bangladesh, 25% di Vietnam, dan hanya 9% di Indonesia. Artinya, berdasarkan data tersebut, sekitar 91% lansia (pensiunan) Indonesia tidak memiliki tabungan pensiun. Menjalani hari tua tanpa dukungan dana dari tabungan pensiun. Maka ada persoalan serius tentang bagaimana masyarakat Indonesia membiayai kehidupannya ketika sudah tidak lagi produktif.

Apa Dampaknya tanpa dana pensiun di hari tua? Tentu, sangat terasa ketika seseorang memasuki usia lanjut. Ketika penghasilan dari pekerjaan berhenti atau menurun, kebutuhan hidup justru tidak otomatis berhenti. Makan, tempat tinggal, kesehatan, transportasi, hingga kebutuhan keluarga tetap membutuhkan biaya. Tanpa dana pensiun atau tabungan yang memadai, seorang lansia (pensiunan) akhirnya bergantung secara finansial pada anak, keluarga, atau bantuan sosial. Dalam kondisi tertentu, masa tua yang seharusnya menjadi fase menikmati hasil kerja puluhan tahun justru berubah menjadi masa penuh kekhawatiran terhadap kebutuhan sehari-hari. Saat penghasilan atau gaji berhenti, justru biaya hidup semakin meningkat

Bagi pekerja Indonesia, sangat penting menyiapkan masa pensiun sejak dini. Sekaligus menjadi refleksi bagi pekerja sejak masih menerima gaji, bukan baru dipikirkan ketika mendekati pensiun. Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap pensiun masih jauh sehingga persiapannya dapat ditunda. Padahal, dana pensiun dibangun bukan terutama dari jumlah yang besar, melainkan dari waktu, konsistensi, dan disiplin menyisihkan penghasilan. Iuran kecil yang dilakukan secara rutin selama puluhan tahun dapat membentuk cadangan yang jauh lebih berarti dibandingkan baru menabung dalam jumlah besar ketika usia sudah mendekati pensiun.

Edukator dana pensiun

Karena itu, pertanyaan penting bagi setiap pekerja hari ini bukan hanya “berapa gaji saya sekarang?”, tetapi juga “dari mana biaya hidup saya ketika gaji itu sudah tidak ada?” Masa pensiun pada akhirnya akan datang, terlepas dari siap atau tidak siapnya seseorang. Menyiapkan dana pensiun adalah bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga—agar hari tua tidak sepenuhnya bergantung kepada orang lain. Bekerja untuk hari ini penting, tetapi menabung untuk hari ketika kita tidak lagi bekerja adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga martabat dan ketenangan di hari tua.

Maka sebagai upaya membangun kesadaran akan pentingnya perencanaan masa pensiun, OJK bersama pelaku industri dana pensiun menggelar Indonesia Pension fund Summit (IPFS) 2026 pada 24-25 September di Jakarta. Dengan tema "Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia", IPFS 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dan mengkampanyekan pentingnya dana pensiun bagi pekerja, baik sektor formal maupun informal. #YukSiapkanPensiun #DPLKSAM #LiterasiPensiun