Konten dari Pengguna

IPFS 2026 Digelar, Perkuat Ketahanan Sistem Pensiun Nasional

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fakta hari ini, 83% lansia (pensiunan) di Indonesia bergantung secara finansial pada keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (BPS, 2025). Hanya sedikit yang bergantung pada dana pensiun dan investasi. Di sisi lain, 79,67% atau 117,65 juta orang yang bekerja di Indonesia belum memiliki program pensiun. Sekitar 8 dari 10 pekerja belum menjadi peserta dana pensiun. Maka, kondisi hari tuanya menjadi tidak pasti secara finansial dan berpotensi memperpanjang kondisi “sandwich generation” di Indonesia. Maka sebagai upaya membangun kesadaran akan pentingnya perencanaan masa pensiun, OJK bersama pelaku industri dana pensiun menggelar Indonesia Pension fund Summit (IPFS) 2026 pada 24-25 September di Jakarta. Dengan tema “Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia”, IPFS 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Data OJK (April 2026) menyebut jumlah peserta program dana pensiun di Indonesia mencapai 30,11 juta orang atau 20,33% dari total 147,67 juta pekerja di Indonesia. Sebagian besar merupakan peserta program wajib 16,65% = 24,59 juta peserta, sedangkan peserta dana pensiun sukarela hanya sebesar 3,68% = 5,43 juta peserta. Artinya, minat dan kesadaran masyarakat untuk bergabung secara mandiri ke dana pensiun masih sangat minim. Hal ini sesuai dengan hasil survei SNLIK 2025 yang menyebut indeks literasi dana pensiun di Indonesia sebesar 27,79%, sedangkan tingkat inklusi tergolong rendah di 5,37%. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan secara nasional yang berada di atas 65%, sedangkan inklusi keuangan nasional di 80%.

Indonesia Pension fund summit 2026
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia Pension fund summit 2026

IPFS 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator untuk mencapai target rasio aset dana pensiun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB/GDP) di Indonesia mencapai 11,2% pada tahun 2029 dan melesat hingga 60% pada tahun 2045. Hal ini sesuai dengan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028. Saat ini kontribusi aset dana pensiun berada di 6,8% terhadap PDB, tergolong masih minim. Karenanya, IPFS 2026 juga menjadi momen bersejarah dengan penandatanganan Komitmen Bersama Penguatan Ekosistem Dana Pensiun Nasional. Komitmen kolaboratif ini melibatkan tujuh pilar utama sektor keuangan dan jaminan sosial, yaitu OJK, Kementerian Keuangan RI, PT TASPEN (Persero), PT ASABRI (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan ADPLK. Sinergi besar ini secara khusus menyepakati tiga agenda krusial: melakukan harmonisasi ekosistem dana pensiun nasional, meningkatkan porsi aset dana pensiun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta memperluas tingkat partisipasi - kepesertaan dana pensiun masyarakat secara merata.

Karenanya, IFPS 2026 diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem pensiun nasional serta mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program pensiun. #YukSiapkanPensiun #LiterasiDanaPensiun #IPFS2026