IPFS 2026 Tuntas, ADPI Rangkul Stakeholders Dana Pensiun Nasional

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, pada 25 September 2026 di Jakarta. Forum yang berlangsung selama dua hari, 24–25 September 2026, ini menjadi puncak rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 sekaligus momentum penting untuk memperkuat ekosistem dana pensiun nasional. Mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia”, IPFS 2026 mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan industri.
Keberhasilan penyelenggaraan IPFS 2026 tidak terlepas dari peran Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) sebagai penyelenggara yang aktif merangkul dan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan industri. Melalui forum ini, ADPI bersama para mitra mendorong dialog, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan pengembangan dana pensiun di Indonesia. Sinergi tersebut menjadi semakin penting dalam memperluas kepesertaan, meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun, serta memperkuat perlindungan finansial masyarakat ketika memasuki masa pensiun.
Dalam penutupan IPFS 2026, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa penguatan industri dana pensiun tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga harus memastikan sistem yang terintegrasi, inklusif, dan mampu memberikan manfaat memadai bagi masyarakat. Hingga Juli 2026, jumlah peserta dana pensiun tercatat sekitar 30,67 juta orang dengan total aset mencapai Rp1.699,99 triliun. Namun, masih terdapat tantangan besar dalam memperluas perlindungan hari tua, sehingga kolaborasi antara regulator, asosiasi, penyelenggara program pensiun dan pemberi kerja perlu terus diperkuat.
Ketua ADPI, Abdul Hadi, menyampaikan bahwa keberhasilan IPFS 2026 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dana pensiun Indonesia. “IPFS 2026 bukan sekadar forum pertemuan industri, tetapi momentum untuk menyatukan langkah dan membangun komitmen bersama. Dana pensiun yang kuat tidak dibangun oleh satu lembaga saja, melainkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk wujudkan ekosistem dana pensiun yang inklusif dan berkelanjutan" ujarnya.
Tujuan akhir IPFS 2026 bukan hanya industri yang tumbuh, tetapi semakin banyak pekerja Indonesia yang terlindungi dan dapat menikmati masa pensiun yang lebih berkualitas, mandiri, dan bermartabat. #YukSiapkanPensiun
