Kantor Itu Tempat Cari Duit, bukan Tempat Gosip

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahu nggak salah satu kebiasaan jelek orang-orang kerja? Orang-orang kerja gampang lupa, bahwa kantor itu tempat cari uang alias duit. Bukan tempat untuk gosip, apalagi cari musuh. Bernagkat pagi pulang malam, tujuannya biar gajinya lancar ditransfer setiap bulan. Mau kerja bagus atau nggak tetap gajian. Maka jelas, kantor bukan tempat gosip, apalagi cari musuh.
Banyak orang menyangka, bahwa musuh terbesar karier di kantor itu bukan atasan yang galak, bukan perusahaan yang nggak peduli. Tapi pikiran buruk pekerjanya dan mulut karyawan sendiri yang nggak bisa dijaga. Jadi kalau merasa kerja sudah rajin tapi belum dikasih naik gaji atau jabatan, bisa jadi karena pikiran terhadap pekerjaannya jelek. Sikap dan mulut terhadap rekan kerja nggak bagus. Jadilah itu semua sebagai boomerang di kantor.
Entah kenapa? Belakangan banyak orang kantor lebih senang gosip, kayak emak-emak di kampung. Pakaian rapi, penampilan mentereng, HP bagus tapi mulutnya sering dipakai buat gosip. Kalau nggak menyebar aib orang ya ngomongin orang. Karena ramai-ramai, akhirnya gampang banget menyalahkan rekan kerja sendiri. Lupa ya, kantor itu tempat cari duit bukan tempat gosip apalagi cari musuh.
Saat makan siang, saat rehat di kantor. Tidak sedikit karyawan yang merasa sharing gosip itu cara paling cepat buat bonding sama rekan kerja. Biar seru dan ada bahan omongan. Itu salah besar. Kantor kok buat gosip, aneh banget. Si karyawan lupa, hari ini kita dengarin gosip rekan sendiri. Tapi besok, kita yang bakal jadi bahan gosip rekan kerja yang lainnya. Gosip dan menjilat ke atasan, sering banget jadi adab yang nggak prnah diajarin di kantor. HRD-nya malah cuek dan sering bersikap “tutup telinga” alias belagak nggak tahu.
Kantor itu panggung politik kecil. Makanya ada yang Namanya politik kantor. Sekali kita spill gosip atau opini negatif tentang si C yang rekan kerja kita sendiri, itu bakal jadi amunisi buat orang lain buat ngejatuhin si C biar nggak dipromosi. Dan besoknya, giliran kita sendiri yang bakal dijatuhin rekan kerja lewat gosip itu.
Kan kantor itu profesional? Siapa bilang, justru profesional itu tentang “tahu batas tahu diri”. Bukan malah menjadikan kantor sebagai tempat gosip, tempat ngomongin orang. Makanya balikin lagi, kantor itu tempat cari duit bukan yang lainnya. Berangkat pagi pulang malam itu buat dapat gaji tiap bulan. Titik.
Lupa ya, 'tembok kantor itu punya kuping'. Apa yang kita omongin lagi makan siang, apa yang dibahas di grup WA rekan se-geng atau omongan saat ngopi sore. Bisa jadi, itu semua disebarin atau di-screenshot sehingga jadi bukti bahwa kita itu “tukang gosip” di kantor. Bahkan bisa dilaporin ke HRD. Makanya, kadang ada karyawan yang kompeten tapi kariernya mentok. Cuma gara-gara hobi-nya suka gosip, doyan gibah di kantor. Lah, perusahaan ngeri-lah punya manajer yang kerjanya sering gosip. Hari ini ngomongin rekan kerja, besok-besok bisa jadi ngomongin atasan atau perusahaan sendiri.
Daripada jadi tukang gosip di kantor, daripada jadi tukang gibah rekan kerja sendiri. Lebih baik fokus upgrade skill atau minimal jadi kawan yang menghibur rekan kerja yang pusing. Daripada gosipin rekan sendiri atau ngurusin hidup orang lain lebih baik pikir yang baik-baik biar perusahaan bisa lebih maju. Biar gaji lancar, hidup tenang dan bonus tahunan pun aman. Kan bisa jalan-jalan ke mana kalau ada uangnya?
Jangan sampai gara-gara mulut atau pikiran negative di kantor, akhirnya reputasi kerja yang sudah dibangun puluhan tahun jadi rusak. Makanya, sadar diri dan Batasi untuk urusan-urusan yang nggak ada hubungannya dengan kerjaan. Ingat, office gossip di zaman sekarang tuh sudah kayak “fast food”, enak di mulut tapi merusak kesehatan karier jangka panjang. Gubah di kantor itu merusak mental semua orang. Sebab jadi sumber lingkungan kerja yang toxic.
Kasih tahu teman-teman, stop gosip di kantor. Karena kantor itu tempat cari duit bukan tempat gosip. Kantor bukan tempat cari musuh. Mendingan bahas gimana caranya kerja puluhan tahun tapi bisa punya dana pensiun untuk hari tua. Biar lebih siap untuk pensiun alias berhenti kerja, khawatir besok-besok kena PHK? Survive itu bukan hanya saat kerja dan punya gaji tapi saat berhenti kerja dan tidak punya gaji lagi, gimana biar survive dan nggak merepotkan anak di hari tua?
Office gossip itu menyeramkan, mendingan siapkan masa pensiun. #YukSiapkanPensiun
