Konten dari Pengguna

Ketika Jujur Dihukum, Bohong Dihadiahi

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada yang bilang ini zaman edan. Ketika orang jujur malah dihukum, sedangkan orang bohong diberi hadiah. Katanya rakyat sejahtera dan ekonomi tumbuh, nyatanya rakyat tetap susah. Katanya swasembada tapi harga sembako naik. Begitu pula dalam kehidupan sosial sehari-hari. Orang yang mengejar "citra" dipercaya, justru orang objektif disingkirkan. Dan mungkin banyak lagi contohnya.

Sebuah ironi dalam kehidupan sosial: sering kali orang yang jujur justru menghadapi banyak kesulitan, sementara kebohongan kadang terlihat lebih menguntungkan dan lebih cepat membawa seseorang pada kenyamanan atau keuntungan tertentu. Suka tidak suka, orang yang jujur harus siap menghadapi risiko ditolak, dimusuhi, atau kehilangan sesuatu karena ia memilih mengatakan kenyataan apa adanya. Sebaliknya, kebohongan sering terasa lebih aman karena mampu menyenangkan banyak pihak dan menjaga citra di depan orang lain.

Dari situlah kemunafikan tumbuh. Banyak manusia akhirnya memilih memakai topeng, mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati dan pikirannya, hanya agar diterima lingkungan atau memperoleh keuntungan tertentu.

Pensiunan bantu dagangan kakek tua

Namun meskipun kebohongan kadang terlihat menang dalam jangka pendek, hidup yang dibangun di atas kepalsuan perlahan akan menguras ketenangan batin. Sebab kejujuran mungkin berat dan menyakitkan, tetapi ia memberi manusia kebebasan untuk hidup tanpa terus-menerus menyembunyikan dirinya sendiri di balik kepura-puraan.

Hidup dalam kebohongan dan kepura-puraan. Karena banyak orang takut kehilangan simbol. Sebab di zaman begini, moral bukan lagi soal benar atau salah. Tapi soal citra dan pujian yang diharapkan. Topeng lebih dipercaya daripada tindakan.vBahkan ayat lebih sering dipakai buat tameng daripada cermin. Dan lucunya, orang paling marah waktu kemunafikan dibongkar biasanya orang yang hidup dari kemunafikan itu sendiri.

Faktanya, orang jujur dihukum, orang bohong diberi hadiah. Jadi, hati-hati dan tetaplah mawas diri. Agar tidak tertipu dengan dunia dan segala kebohongannya. Sebab hari ini, ada yang baik tapi dibilang tidak baik dan ada yang jahat tapi pura-pura baik.