Ketika Pintu Kebaikan Terbuka di Taman Bacaan

Dosen Unindra - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) - Konsultan - Mhs S3 MP Unpak - Pendiri TBM Lentera Pustaka
Konten dari Pengguna
21 Oktober 2022 6:20
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Ini kisah nyata. Saat seorang Ibu yang mengantar anaknya membaca di TBM Lentera Pustaka mengatakan bahwa “Sebelum ada taman bacaan di sini, saya selalu bingung mau ke mana hari Minggu. Alhamdulillah, sekarang sudah pasti ke TBM Lentera Pustaka. Terima kaish Pak” ujarnya. Ibu yang lain pun memberi pengakuan. Bahwa anaknya sebelum ke TBM Lentera Pustaka, selalu murung dan kadang menangis sendiri di rumah. Tapi sekarang sejak bergabung ke TBM Lentera Pustaka, anaknya jadi begitu semangat dan tidak lagi murung apalagi menangis. Sekali lagi, itu kisah nyata dan kedua Ibu itu masih ada di TBM Lentera Pustaka hingga kini.
ADVERTISEMENT
Itulah yang disebut, taman bacaan membuka pintu-pintu kebaikan.
Di zaman begini, jujur saja, mencari tempat bermain atau kumpul yang baik itu susah. Mencari aktivitas dan kegiatan yang positif pun tidak gampang. Apalagi menemukan orang-orang baik di sekitar kita sangat sulit. Tidak sedikit yang mengaku tetangga tapi jadi musuh. Banyak yang bilangnya kawan tapi perilakunya lawan. Bila begitu, di mana lagi ada tempat-tempat baik yang bisa membuka pintu-pintu kebaikan lalu menutup pintu keburukan?
Bila taman bacaan itu disetarakan seperti “majelis ilmu”. Maka anak-anak yang rajin datang dan membaca buku di taman bacaan adalah pembuka pintu kebaikan. Ibu-ibu yang datang mengantar anaknya untuk membaca di taman bacaan pun menjadi pembuka pintu kebaikan. Wali baca dan relawan yang ikhlas membimbing aktivitas di taman bacaan pun menjadi pembuka pintu kebaikan. Maka di taman bacaan, pintu-pintu kebaikan itu terbuka luas. Bahkan mampu menutup pintu keburukan. Di taman bacaan, setiap helaan nafas bermanfaat. Setiap langkah kaki berpahala, bahkan setiap mulut yang membaca pun menjadi berkah untuk menggapai ridho Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Sementara di luar sana, masih ada orang tua yang melarang anaknya membaca buku di taman bacaan. Tidak mampu menasihati hal yang baik untuk anaknya sendiri. Bahkan tidak sedikit yang memusuhi taman bacaan. Lalu, berharap mendapat kebaikan? Sungguh sulit bisa jadi lebih baik. Karena siapapun tidak akan menuai hal yang baik kecuali apa yang ditabur. Siapa yang baik maka baiklah hidupnya. Sebaliknya, siapa yang buruk maka buruklah hidupnya.
Taman bacaan sebagai pembuka pintu kebaikan
zoom-in-whitePerbesar
Taman bacaan sebagai pembuka pintu kebaikan
Taman bacaan adalah pembuka pintu kebaikan. Artinya, berbuat baik dan menebar kebaikan tidak harus selalu dengan kelimpahan materi atau uang. Tapi cukup dengan membaca buku di taman bacaan, melangkahkan kaki ke tempat baik, ngomong yang baik, bersedekah, bahkan berperilaku yang baik di mana pun. Karena saat kebaikan dilakukan, ada orang yang merasa lebih baik, lebih tenang, bahkan lebih bersemangat hidupnya.
ADVERTISEMENT
Di TBM Lentera Pustaka, selain aktivitas membaca buku di Taman Bacaan (TABA). Ada aktivitas lain, seperti GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBRERBURA), Kelas PRAsekolah (KEPRA), Anak Difabel, YAtim BInaan (YABI), JOMpo BInaan (JOMBI), Koperasi Simpan Pinjam Lentera, dan MOtor BAca KEliling (MOBAKE). Semua itu adalah pembuka pintu-pintu kebaikan, yang mengundang berkah dan ridho Allah SWT. Taman bacaan sebagai ladang amal sekaligus tempat berkumpulnya orang-orang yang berniat dan ikhtiar baik, insya Allah. Karena mereka yang di taman bacaan, sama sekali tidak meminta uang Anda atau merugikan Anda kan?
Maka, tetaplah istikomah di taman bacaan sebagai pembuka pintu kebaikan. Hingga waktunya tiba, siapa yang akan menjadi lebih baik di kemudian hari. Atau siapa yang begitu-begitu saja dari dulu hingga sekarang? Anak-anak yang membaca, anak-anak yang belajar, dan ibu-ibu yang mengantar anaknya ke taman bavaan, insya Allah akan terpilih menjadi hamba-Nya yang lebih baik dalam kehidupannya esok.
ADVERTISEMENT
Bila ada orang yang tidak tahu tentang apa artinya berbuat baik? Datanglah ke taman bacaan, saya akan beri tahu panjang lebar soal itu. Soal kenapa manusia harus berbuat baik selagi masih diberi waktu di dunia. Karena kebaikan itu ada pada mulut, mata, wajah, dan perilaku orangnya. Jangan pernah mengabaikan kebaikan sekecil apapun hari ini bila tidak mau diberi keburukan besok.
Di taman bacaan, kebaikan satu-satunya adalah pengetahuan dan kejahatan satu-satunya adalah kebodohan. Salam literasi #BacaBukanMaen #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020