Konten dari Pengguna

Kuliah Jurnalistik di Unindra: Serius tapi Penuh Tawa

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana kuliah jurnalistik bersama Pak Syarif berlangsung hangat, menyenangkan, dan penuh semangat. Proses pembelajaran di kelas tidak hanya diwarnai dengan materi jurnalistik, tetapi juga canda dan senyum para mahasiswa yang membuat suasana belajar terasa lebih akrab dan hidup. Tampil dengan gaya mengajar yang komunikatif dan santai, Pak Syarif (Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd.) sebagai dosen pengampu matkul Jurnalistik di kelas R7D & R7C di kampus Unindra Gedong (15/9/2026). Selain untuk mengenal cara kerja jurnalistik, mahasiswa tampak antusias menyimak, bertanya, sekaligus menikmati setiap momen pembelajaran di kelas.

Kegiatan kuliah tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami jurnalistik secara lebih menyenangkan. Berbagai materi dan pengalaman yang disampaikan Pak Syarif memberikan wawasan sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih berani bertanya, berpikir kritis, menulis berita, dan melihat jurnalistik sebagai dunia yang dinamis serta penuh tantangan.

“Melalui kuliah jurnalistik, mahasiswa diharapkan mampu menulis untuk keperluan Jurnalistik seperti berita yang didahului liputan ke lapangan. Nantinya, berita yang ditulis mahasiswa diterbitkan jadi buku Kumpulan liputan jurnalistik. Sebagai cara menyajikan berita berdasar fakta dan data di lapangan, berita yang faktual” ujar Syarifudin Yunus di kelas.

kuliah jurnalistik di Unindra

Buku “Jurnalistik Terapan" karya Syarifudin Yunus, dosen Universitas Indraprasta PGRI dari Penerbit Ghalia Indonesia dijadikan acuan dalam perkuliahan. Sebagai cara untuk memahami prinsip-prinsip dasar jurnalistik, baik untuk membuat berita atau menjalankan tugas sebagai wartawan. Sebab jurnalistik adalah kepandaian karang-mengarang untuk memberi kabar kepada masyarakat atau publik dengan secepat-sepatnya dan seluas-luasnya (Adinegoro). Karena itu, mahasiswa akan dilatih untuk melakukan praktik jurnalistik saat perkuliahan, di samping pembelajaran teoretik.

Senyum dan keceriaan yang terlihat selama perkuliahan menjadi gambaran bahwa belajar jurnalistik tidak harus selalu berlangsung tegang. Bersama Pak Syarif, kelas terasa lebih hidup dan penuh energi positif. Belajar sambil tertawa bersama menjadi pengalaman berharga yang membuat kuliah jurnalistik semakin berkesan. Pada akhirnya, kuliah Jurnalistik bukan hanya untuk tahu jurnalis dan berita tapi mampu menambah keterampilan menulis. Salam jurnalistik!