Mahasiswa Unindra Luncurkan Antologi Cerpen 'Secangkir Cerita Sejuta Makna'

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Setiap cerita adalah cermin dan setiap makna adalah pelita…".
Begitu kutipan di cover buku Kumpulan cerpen "Secangkir Cerita Sejuta Makna" karya bersama mahasiswa semester 6 PBSI FBS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang diluncurkan di Kampus Unindra (16/5/2026). Dibimbing langsung dosen pengampu mata kuliah Menulis Kreatif, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd., kumpulan cerpen yang mengangkat tema pengalaman nyata ini melibatkan 94 mahasiswa penulis yang dikomandoi oleh Eneng Herawati, dkk (X6A) dan Septiyan Darma Bahari, dkk (X6B) sebagai bukti mahasiswa melakukan praktik menulis dari perkuliahan.
Buku fiksi setebal 423 halaman terbitan LovRinz Publishing ini merupakan bagian dari proses menulis kreatif yang dialami mahasiswa secara langsung, selama kuliah. Sebagai bukti proses dalam mempelajari, mencipta, dan menerbitkan karyanya sendiri. Mahasiswa yang diajarkan bahwa belajar sastra harus dimulai dan berakhir dari yang tertulis. Antologi cerpen ini memberi pesan pentingnya pengalaman hidup yang menghadirkan potongan-potongan kisah sederhana, namun sarat pelajaran hidup. Bahwa makna hidup sering kali justru ditemukan dalam hal-hal kecil seperti percakapan singkat, keputusan sederhana, atau momen yang terkesan sepele. Setiap pengalaman, baik bahagia maupun pahit, membawa pelajaran yang membentuk cara pandang kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Seperti tertuang dalam Kumpulan cerpen “Secangkir Cerita Sejuta Makna”, karena setiap cerita adalah cermin dan setiap makna adalah pelita.
“Kami senang karena bisa menulis cerpen hingga diterbitkan menjadi buku. Kami bangga dan ke depan bertekad untuk terus melatih menulis” ujar M. Syarif, mahasiswa 6XA.
“Senang bisa menerbitkan buku Kumpulan cerpen sambil kuliah, terima kasih banget untuk Pak Syarif sebagai dosen pengampu mata kuliah menulis kreatif” kata Vika Irvanda, mahasiswa X6B.
Melalui lembaran-lembaran cerita dalam kumpulan cerpen ini, pembaca akan menemukan cerita-cerita pendek versi mahasiswa tentang pengalaman hidup, perjuangan, kenangan, bahkan kegelisahan. Sebagai bukti, sebenarnya kita sedang berjuang dan berjalan di jalur yang sama, untuk merangkul labirin perasaan ke dalam bentuk cerpen. Hingga tahu bagaimana cara tetap hidup berdampingan dengan pengalaman nyata. Agar tetap waras dan sehat lagi berdaya.
"Antologi cerpen Secangkir Cerita Sejuta Makna ini adalah karya fiksi yang ditulis mahasiswa Unindra dari pengalaman hidupnya. Manis atau pahit kisahnya, mereka tuangkan ke dalam cerpen. Dan setiap cerita bisa jadi pelita setelah dituliskan. Buku ini keren, karena sambil kuliah menulis kreatif, para mahasiswa mampu praktik menulis secara konkret" ujar Syarifudin Yunus, dosen pengampu Menulis Kreatif Unindra saat peluncuran buku hari ini.
Selain berkisah melalui cerpen, para mahasiswa begitu antusias karena buku antologi cerpen ini menjadi buku pertama yang diterbitkan selama kuliah. Sebuah cerpen yang disajikan dengan cara yang berbeda, yang menekankan bahwa menulis adalah perbuatan bukan pelajaran. Antologi cerpen ini diharapkan dapat menjadi "obat" untuk mengembalikan rasa, pikir dan perilaku dalam menyikapi setiap pengalaman hidup, semanis atau sepahit apapun. #KuliahMenulisKreatif #UnindraKeren #CukstawCerpen
