Menebar Brkah: Kopi Pensiunan Ngaji Bareng Yatim dan Jompo

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengajian bersama anak yatim dan lanjut usia menjadi momentum sederhana untuk mempertemukan kepedulian, kebersamaan, dan kasih sayang dalam satu kegiatan. Di tengah kesibukan kehidupan, berkumpul bersama mereka mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dari sesuatu yang besar. Duduk bersama, mendengarkan nasihat, membaca doa, dan berbagi cerita dapat menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan kehadiran dan dukungan.
Ngaji bersama yatim dan kaum lanjut usia (jompo) itulah yang dilakukan Kopi Pensiunan (Saung Purna) sekaligus memberikan santunan secara bulanan di Kp. Cipancar Desa Sirnajaya Kec. Sukamakmur Puncak2 Bogor Timur. Ada 11 anak yatim, 9 jompo dan 2 disabilitas (tunanetra & tunawicara). Dimotori Syarifudin Yunus, seorang pegiat literasi bersama anak dan cucunya. Kegiatan pengajian kemudian dilanjutkan dengan santunan sebagai wujud kepedulian sosial. Bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan mereka, tetapi setidaknya dapat meringankan beban dan menghadirkan rasa bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Bagi anak yatim, santunan menjadi bentuk perhatian dan dukungan untuk terus tumbuh serta belajar. Sementara bagi para lanjut usia, perhatian dan kebersamaan menjadi pengingat bahwa mereka tetap dihargai, dihormati, dan menjadi bagian penting dari lingkungan sosial. Sesuai dengan nama “Kopi Pensiunan” untuk lebih peduli pada pensiunan atau kaum lansia.

Lebih dari sekadar memberikan bantuan materi, kegiatan seperti ini membangun empati dan solidaritas sosial. Orang-orang yang hadir belajar melihat kehidupan dari sudut pandang orang lain, memahami bahwa ada saudara yang mungkin memiliki keterbatasan, kesepian, atau membutuhkan dukungan. Pengajian juga memberikan ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan seperti berbagi, menyayangi sesama, menghormati orang tua, serta menumbuhkan keikhlasan dalam membantu tanpa mengharapkan balasan.
Pada akhirnya, pengajian dan santunan bersama anak yatim serta lanjut usia bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga kepada mereka yang berbagi. Ada ketenangan batin ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Kepedulian sosial tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar; cukup dengan hadir, berbagi, dan peduli. Sebab, ketika kebahagiaan dibagikan bersama, nilai kebaikannya akan tumbuh jauh lebih besar dan menjadi energi positif bagi kehidupan bermasyarakat. Insya Allah, kegiatan pengajian yatim dann jompo di Kopi Pensiunan akan berlangsung setiap bulan, tepatnya di hari Sabtu setiap pekan terakhir. Untuk silaturahim dan bercengkrama dengan anak-anak yatim dan kaum jompo.
