Konten dari Pengguna

Merasa Nggak Berguna di Masa Pensiun?

Syarif Yunus

Syarif Yunusverified-green

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pensiunan cerita. Bangun jam 10 pagi, melihat rumah sudah sepi. Tidak ada yang dikerjakan lagi. Yang dirasakan bukan "asyik libur" tapi hatinya merasa gelisah. Ada rasa bersalah yang tiba-tiba dipikirkan. Padahal, si pensiunan nggak lagi melakukan kesalahan fatal. Kan sudah pensiun, yaw ajar saja bangun siang dan tidak ada kerjaan lagi sehari-hari.

Banyak orang yang bilang, musuh terbesar seorang pensiunan adalah nggak punya uang. Salah. Uang itu masalah teknis. Masalah mentalnya jauh lebih horor dari soal uang. Bila mau jujur, pensiunan merasa gelisah bukan bukan status "tidak bekerja" di KTP. Bukan pula karena nggak ada kerjaan sehari-hari. Tapi karena merasa “sudah nggak berguna” lagi, buat banyak orang atau keluarga.

Itulah cara pandang yang kurang pas tentang pensiunan. Selama ini, lingkungan membentuk kita buat percaya kalau "bekerja = hidup" dan "pensiun = manusia nggak berdaya". Kita dipaksa percaya kalau nilai diri seorang manusia itu diukur dari ID Card yang dikalungin di leher atau slip gaji yang masuk tiap tanggal 25. Dampaknya apa? Begitu kerjaan itu hilang dan pensiun datang, kita merasa diri kita juga ikutan hilang. Kita merasa jadi rongsokan yang cuma ngabisin nasi di magic com dan hanya menuh-menuhin space di rumah. Mondar-mandir dari teras ke dalam rumah, dan sebaliknya.

Sayangny akita sering nggak sadar. Waktu kita sibuk bekerja, 8 sampai 12 jam sehari penuh. Bahkan berangkat gelap pulang gelap. Sering banget mengeluh pengen bebas, pengen punya banyak waktu buat diri sendiri, pengen punya waktu untuk keluarga. Dan pengen belajar ini itu tapi nggak sempat.

Sekarang di masa pensiun, justru semesta lagi memberi kita waktu itu secara cuma-cuma. Kita dikasih kemewahan paling mahal di dunia yang nggak bisa dibeli sama bos perusahaan lama tempat kita bekerja yaitu “waktu luang”.

Terus kenapa kita saat pensiun malah gelisah? Karena kita belum siap mental jadi "CEO" buat hidup kita sendiri. Selama ini kita cuma bisa gerak kalau disuruh bos, dikasih target sama kantor, atau dikejar deadline. Begitu nggak ada yang nyuruh, kita bingung mau ngapain? Lalu kita menyimpulkan diri merasa nggak berguna. Nggak bisa lagi aktualisasi diri.

Pikiran seperti itu adalah jebakan psikologis yang paling jahat yang kita ciptain sendiri. Pensiun alias berhenti bekerja karena usia itu bukan akhir dari dunia. Pensiun itu cuma momen di mana kita berhenti jadi robot orang lain, dan dipaksa buat mulai membangun "kepercayaan diri" paling penting di dunia.

Pensiunan berkiprah jadi driver motor baca keliling

Makanya, mulai hari ini, stop memposisikan diri kita sebagai “korban” yang layak dikasihani. Jangan biarkan isi kepala kita didominasi sama pertanyaan ketakutan kayak, "Besok gue mau ngapain?". Seolah-olah hari esok dan masa depan kita itu barang ghaib yang nggak bisa kita kontrol.

Masa depan pensiunan itu bukan ditebak besok. Tapi ditentukan dari apa yang kitapegang di tangan hari ini selama 24 jam ke depan. Kita punya kuota internet, punya HP, punya otak yang masih utuh. Justru waktu luang kita di masa pensiun sekarang jadi modal awal paling gede yang kita punya. Tinggal kita mau putar modal itu buat belajar keterampilan baru, memgabdi pada orang lain. Atau kita habiskan buat dengerin suara-suara di kepala kita yang makin hari makin beracun.

Sebagian pekerja bilang pensiun itu akhir. Salah banget. Justru masa pensiun itu awal untuk melanjutkan hidup menjadi lebih berguna untuk banyak orang. Mimpi yang nggak bisa dilakukan saat masih bekerja, semua bisa diwujudkan saat pensiun. Agar tetap sehat, waras dan lebih berdaya. Sebab “khoirunnass anfa’uhum linnass”, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya.

Mau lebih bermanfaat di masa pensiun, masa siapkan dana pensiun dari sekarang. Asal punya dana yang cukup untuk berkiprah dan bermanfaat bagi banyak orang di hari tua. #YukSiapkanPensiun